Tampilkan postingan dengan label alami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2012

Bersepeda juga Butuh Latihan Yoga


Bersepada adalah olahraga dayung menggunakan kaki tapi siapa sangka kalau penggemar sepeda juga butuh yoga. Anjuran dari pakar dan praktisi olahraga yang umum disampaikan adalah melakukan aktivitas fisik dengan kombinasi atau variasi gerak. Latihan fisik rutin tiga kali seminggu sebaiknya dirancang dengan kombinasi tipe olahraga, tak melulu kekuatan otot atau kardio saja misalnya. Latihan yoga bisa menjadi pilihan tipe aktivitas fisik, bahkan melengkapi olahraga rutin yang Anda lakukan, termasuk bersepeda.
Praktisi dan pengajar yoga Devi Asmarani, dalam bukunya Yoga untuk Semua, Panduan Berlatih Yoga yang Lengkap dan Aman menjelaskan mengapa yoga penting untuk mereka yang gemar bersepeda. Tak hanya mereka yang rutin latihan bersepeda untuk mengikuti lomba, namun juga mereka yang bersepeda musiman setiap akhir pekan, atau mereka yang memilih bersepeda sebagai kendaraan rutin harian menuju kantor misalnya.
Devi menjelaskan, layaknya kegiatan olahraga lain yang menuntut gerakan repetisi, seperti renang dan lari, bersepeda dapat menimbulkan ketidakseimbangan dalam tubuh. Gerakan otot tubuh yang berlangsung terus menerus dapat mengakibatkan sekelompok otot lain menjadi terabaikan atau kurang dimanfaatkan.
Jika hal ini terjadi terus menerus, dalam jangka panjang terjadi ketidaksinambungan otot. Selain juga menimbulkan asimetri antara bagian atas dan bagian bawah tubuh hingga dapat mengakibatkan cidera dan dekonstruksi postur alami tubuh, jelas Devi.
Yang terjadi pada penggemar sepeda adalah, mereka memiliki otot paha dan otot bokong yang kuat. Namun, mereka memiliki otot panggul yang lemah akibat terlalu sering berada pada posisi “terlipat”. Masalah yang banyak dialami pesepeda adalah masalah punggung bawah dan masalah postur lainnya.
“Yoga membantu memulihkan keseimbangan dan simetri tubuh,” kata Devi, menambahkan yoga juga berfungsi membuka daerah panggul dan menguatkan otot-otot secara keseluruhan sehingga mengurangi risiko cidera.
Perempuan yang memiliki 500 jam terbang sebagai pengajar yoga ini menjelaskan, beberapa postur yoga membuka bagian depan tubuh, termasuk otot panggul dengan sendirinya.

Atlet dan penggemar bersepeda memerlukan otot inti tubuh yang kuat untuk menunjang aktivitasnya. Dan banyak postur yoga yang dapat memenuhi kebutuhan itu. Berlatih yoga secara teratur juga meningkatkan kesadaran tubuh secara penuh.

Tubuh kemudian menjadi terbiasa memilah di saat yang tepat, otot dan bagian tubuh mana yang perlu dikuatkan atau diistirahatkan saat beraktivitas termasuk kala bersepeda.
Nafas juga sangat penting dalam olahraga yang membutuhkan stamina, seperti bersepeda. Nafas dalam dan teratur dalam yoga dapat diterapkan juga ketika Anda sedang bersepeda. Perlu dipahami, bahwa nafas pendek memicu aktifnya sistem saraf simpatis, meningkatkan rasa resah, dan menguras energi secara berlebihan.

Bersepeda tak ingin cepat lelah walaupun bersepeda santai sekalipun dan mengurangi bahkan mencegah risiko cidera otot, Anda bisa memvariasikan olahraga dengan berlatih yoga secara teratur.

sumber : Bersepeda butuh yoga

Selasa, 13 Desember 2011

Bersepeda juga Butuh Latihan Yoga

Bersepada adalah olahraga dayung menggunakan kaki tapi siapa sangka kalau penggemar sepeda juga butuh yoga. Anjuran dari pakar dan praktisi olahraga yang umum disampaikan adalah melakukan aktivitas fisik dengan kombinasi atau variasi gerak. Latihan fisik rutin tiga kali seminggu sebaiknya dirancang dengan kombinasi tipe olahraga, tak melulu kekuatan otot atau kardio saja misalnya. Latihan yoga bisa menjadi pilihan tipe aktivitas fisik, bahkan melengkapi olahraga rutin yang Anda lakukan, termasuk bersepeda.
Praktisi dan pengajar yoga Devi Asmarani, dalam bukunya Yoga untuk Semua, Panduan Berlatih Yoga yang Lengkap dan Aman menjelaskan mengapa yoga penting untuk mereka yang gemar bersepeda. Tak hanya mereka yang rutin latihan bersepeda untuk mengikuti lomba, namun juga mereka yang bersepeda musiman setiap akhir pekan, atau mereka yang memilih bersepeda sebagai kendaraan rutin harian menuju kantor misalnya.
Devi menjelaskan, layaknya kegiatan olahraga lain yang menuntut gerakan repetisi, seperti renang dan lari, bersepeda dapat menimbulkan ketidakseimbangan dalam tubuh. Gerakan otot tubuh yang berlangsung terus menerus dapat mengakibatkan sekelompok otot lain menjadi terabaikan atau kurang dimanfaatkan.
Jika hal ini terjadi terus menerus, dalam jangka panjang terjadi ketidaksinambungan otot. Selain juga menimbulkan asimetri antara bagian atas dan bagian bawah tubuh hingga dapat mengakibatkan cidera dan dekonstruksi postur alami tubuh, jelas Devi.
Yang terjadi pada penggemar sepeda adalah, mereka memiliki otot paha dan otot bokong yang kuat. Namun, mereka memiliki otot panggul yang lemah akibat terlalu sering berada pada posisi “terlipat”. Masalah yang banyak dialami pesepeda adalah masalah punggung bawah dan masalah postur lainnya.
“Yoga membantu memulihkan keseimbangan dan simetri tubuh,” kata Devi, menambahkan yoga juga berfungsi membuka daerah panggul dan menguatkan otot-otot secara keseluruhan sehingga mengurangi risiko cidera.
Perempuan yang memiliki 500 jam terbang sebagai pengajar yoga ini menjelaskan, beberapa postur yoga membuka bagian depan tubuh, termasuk otot panggul dengan sendirinya.

Atlet dan penggemar bersepeda memerlukan otot inti tubuh yang kuat untuk menunjang aktivitasnya. Dan banyak postur yoga yang dapat memenuhi kebutuhan itu. Berlatih yoga secara teratur juga meningkatkan kesadaran tubuh secara penuh.

Tubuh kemudian menjadi terbiasa memilah di saat yang tepat, otot dan bagian tubuh mana yang perlu dikuatkan atau diistirahatkan saat beraktivitas termasuk kala bersepeda.
Nafas juga sangat penting dalam olahraga yang membutuhkan stamina, seperti bersepeda. Nafas dalam dan teratur dalam yoga dapat diterapkan juga ketika Anda sedang bersepeda. Perlu dipahami, bahwa nafas pendek memicu aktifnya sistem saraf simpatis, meningkatkan rasa resah, dan menguras energi secara berlebihan.

Bersepeda tak ingin cepat lelah walaupun bersepeda santai sekalipun dan mengurangi bahkan mencegah risiko cidera otot, Anda bisa memvariasikan olahraga dengan berlatih yoga secara teratur.

Rabu, 07 Desember 2011

Seks bagi Perempuan Hanya Kewajiban?


Kehidupan seksual suami istri sangatlah berpengaruh pada kehidupan rumah tangga mereka. Namun sebuah survei yang dilakukan oleh situs Healthy Women mengungkapkan bahwa sekitar 66 persen perempuan melakukan aktivitas seksual hanya sekali dalam seminggu, atau bahkan kurang dari itu. Yang lebih parah, hal yang mendasari aktivitas seksual ini bukanlah hasrat seksual, melainkan lebih karena dorongan kewajiban sebagai istri.
Apa sebenarnya yang membuat berkurangnya gairah bercinta ini?
Menurut penelitian situs tersebut, padatnya aktivitas dan berkurangnya waktu menjadi alasannya. “Ini seperti tren yang berkembang pada perempuan, dimana hubungan seks hanya dilakukan semata-mata demi kewajiban, bukan sebagai gairah alami dan untuk kenikmatan. Para perempuan yang disurvei mengatakan rasanya waktu yang hanya 24 jam per hari tidak cukup untuk melakukan banyak hal penting, sehingga seks bukanlah prioritas yang harus dilakukan,” ungkap psikiater Naomi Greenblatt, MD.
Hubungan seks sebenarnya bukan sekadar sarana memuaskan hasrat seksual, karena sebenarnya ada beberapa manfaat kesehatan yang dapat diambil dari kehidupan seks yang aktif. Aktivitas seks yang teratur dapat menurunkan tingkat stres, memperkuat otot panggul, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan membakar kalori.

“Perempuan yang melakukan seks minimal empat kali dalam seminggu bisa membuat wajah mereka terlihat 10 tahun lebih muda dibanding usia yang sebenarnya,” ungkap Dr Greenblatt.

Dengan semua manfaat kecantikan dan kebugaran tersebut, mengapa para perempuan masih merasa “terpaksa” melakukan hubungan seksual, dan hanya menjadikannya kewajiban untuk “melayani suami”? Bagi mereka, permasalahan utamanya adalah tidak adanya waktu. Seks mungkin ideal untuk dilakukan menciptakan hubungan yang harmonis antara suami dan istri, namun sekarang ini seks bukanlah realita yang penting dibandingkan dengan bekerja dan melakukan aktivitas sosial lainnya.
Banyak perempuan yang masih beranggapan bahwa bercinta hanya bisa dilakukan di kamar dan dengan suasana yang hening serta romantis, sehingga akan membutuhkan banyak waktu dan hanya bisa dilakukan di waktu luang. Padahal kenyataannya tidak demikian. Mengapa tidak mencoba morning sex, ketika tubuh Anda masih terasa bugar? Anda juga bisa mencuri-curi waktu saat liburan bersama anak-anak untuk quickie sex.

seks sebenarnya bukan sekadar sarana memuaskan hasrat seksual, karena sebenarnya ada beberapa manfaat kesehatan yang dapat diambil dari kehidupan seks yang aktif. Aktivitas seks yang teratur dapat menurunkan tingkat stres, memperkuat otot panggul, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan membakar kalori

Pendek kata, kalau mau usaha, sebenarnya Anda bisa melakukan hubungan seks lebih sering, dan lebih menyenangkan!
sumber : seks dan kewajibanhttp://artinya.info/2011/11/seks-bagi-perempuan-hanya-kewajiban.html