Tampilkan postingan dengan label sulawesi selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sulawesi selatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2012

Hartinah, Ibu Hamil Yang Melahirkan Ratusan Permata

Hartinah adalah ibu hamil yang melahirkan permata. Warga Kelurahan Palleko, Kecamatan Polong Bangkeng Utara, Kabupaten Takalar, digegerkan dengan peristiwa aneh yang dialami Hartinah.

Tidak seperti wanita hamil pada umumnya yang melahirkan bayi setelah sembilan bulan mengandung. Hartinah yang juga seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar ini melahirkan ratusan batu permata dari rahimnya.
Kebingungan masih menghinggapi pasangan suami istri Hartinah dan Mardona di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Bayi yang dikandung selama sembilan bulan raib, yang keluar justru ratusan batu permata.
Kini yang datang langsung ingin menyaksikan langsung kejadian tersebut tidak terbatas dari kalangan warga sekitar, namun pejabat di lingkup Pemerintah Kabuten (Pemkab) berjuluk Butta Panrannuangku itu langsung mendatangi Hartinah.
Wakil Bupati Takalar Andi Makmur Sadda dan sejumlah pejabat teras lainnya bahkan sudah menjenguk perempuan berusia 26 tahun itu.
Suami Hartinah, Mardona, mengatakan dirinya merasa terpukul sejak mendapati batu seperti permata itu dari kandungan istrinya. Padahal, dia sudah menanti kelahiran anak pertamanya.
“Saya sudah menyiapkan kebutuhan untuk menyambut bayi, tapi Tuhan justru berkehendak lain. Peristiwa yang tidak lazim justru menimpa istri saya,” kata polisi yang bertugas di Polres Takalar itu.
Saat ditemui di rumahnya, kondisi fisik Hartinah pun terlihat lemas dan terbaring.
Salah seorang kerabat dekat Hartinah, Tarring, mengatakan sebelum kejadian, dia masih sempat memegang perut Hartinah. Saat itu bayi dalam kandungnya sempat goyang menandakan bayi tersebut ada dalam perut ibunya.
“Sama sekali tidak ada tanda-tanda keanehan, makanya warga di daerah ini heboh,” sebutnya.
Hartinah melahirkan bayinya pada September lalu.
Hartinah mengaku sempat menyembunyikan kelahirannya itu, namun karena batu permata keluar semakin banyak, dia akhirnya menceritakan pengalaman anehnya itu ke suami dan keluarga.

Hartinah mengaku kaget dan seakan tidak percaya jika bayi yang di kandungnya selama sembilan bulan lebih itu, tiba-tiba menghilang dari dalam perutnya dan malah ratusan butir permata yang keluar dari mulut rahimnya.

Hartinah juga mengaku, selama memeriksakan masa kehamilannya ke dokter, sama sekali tidak ditemukan kelainan. Namun setelah kembali ke dokter untuk masa persalinan, tiba-tiba bayinya hilang dan keluar dari rahimnya justru ratusan butir permata.

Selasa, 13 Desember 2011

Lembah Ramma Memiliki Panorama Alam Yang Indah

Lembah Ramma terletak disebelah barat puncak Gunung Bawakareng, Kab.Gowa, Sulawesi Selatan.
Untuk menuju Lembah Ramma, dari basecamp Lembanna, kec.Tinggi moncong, tracking selama 3jam.

Lembah Ramma merupakan padang ruput yang sangat eksotis. Ditengah lembah dialiri sungai yang sangat jernih. Pemandangan yang indah dengan background puncak Gunung Bawakareng.

Lembah Ramma merupakan sebuah lembah luas berumput di kaki Gunung Bawakaraeng. Dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki dengan medan yang mendaki dan menurun bersama dengan pohon pinus yang siap menemani selama 3-4 jam dari Desa Lembanna. Bukit dan gunung yang memagari menjadi pemandangan yang menarik di tempat ini. Siang hari langit biru menyelimuti dengan awan indahnya sedangkan malam hari lembah ini berselimut hitam dan taburan bintang. Anak sungai di mana-mana, airnya segar mengalahkan minuman bermerk.
Tiap hari Sabtu dan Minggu, Lembah Ramma ramai didatangi kelompok-kelompok pencinta alam dan mahasiswa. Biasanya, kelompok pencinta alam ke Lembah Ramma melalui Kampung Lembanna, Kelurahan Bulu Tana, Kecamatan Tinggi Moncong. Jalur yang cukup landai dengan sajian pemandangan yang sangat indah membuat lembah ini, menjadi lokasi favorit kelompok pencinta alam untuk berakhir pekan.
Lokasinya tersembunyi di antara lereng terjal. Cocok buat si petualang sejati. Perjalanan menuju Lembah Ramma harus menembus kawasan hutan, Awalnya, jalan setapak yang dilalui ini sama dengan jalur yang digunakan menuju puncak Gunung Bawakaraeng yang terkenal. Tapi setibanya di pertigaan diantara pos 1 ke pos 2 belok jalur kanan, bertandakan Batu Besar yang diatasnya bertuliskan Ramma.
Setibanya di puncak sebuah bukit, Anda bisa menikmati keindahan alam yang terpampang di depan mata. Dari sini pula mulai tampak lembah yang berwarna hijau membentang luas, yang dibelah sebuah sungai kecil. Sangat mengagumkan!
Saat menuruni bukit diperlukan kewaspadaan dalam memilih pijakan. Selain agak terjal, jalur ini juga dipenuhi bebatuan. Salah memilih pijakan, bisa menyebabkan kaki tergelincir- bahkan terkilir. Dengan jalan berhati-hati, kurang dari setengah jam Anda akan menjejakkan kaki di dasar lembah. Tibalah Anda di ketenangan dan ketentraman atmosfir Lembah Ramma.

Seluruh komponen alamnya berupa padang rumput yang luas, sungai kecil, telaga, dan air terjun, membentuk panorama alam yang menakjubkan. Lereng gunung yang mengelilinginya berdiri kokoh bak dinding benteng yang siap melindungi Lembah Ramma.

Selain pesona alam. Lembah Ramma juga menyimpan keunikan lain. Lembah yang berada di ketinggian sekitar 1.600 mdpl ini, dijadikan lahan penggembalaan oleh penduduk setempat. Mereka melepas sapi atau kuda dan meninggalkannya dalam waktu lama.