Tampilkan postingan dengan label menurunkan berat badan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menurunkan berat badan. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2012

Nata De Coco, Cocok Bagi Anda Yang Ingin Langsing

Nata De Coco menjadi makanan yang cukup ideal bagi mereka yang sedang berupaya menurunkan berat badan. Sebab, bahan makanan yang berasal dari air kelapa tersebut, selain rasanya enak dan cocok bagi banyak lidah, juga kaya serat.

Istilah nata berasal dari bahasa Spanyol yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sebagai natare, yang berarti terapung-apung. Nata dapat dibuat dari air kelapa, santan kelapa, tetes tebu (molases), limbah cair tahu, atau sari buah (nanas, melon, markisa, pisang, jeruk, jambu biji, stroberi, dan lain-lain).
Pemberian nama untuk nata tergantung dari bahan baku yang digunakan. Nata de pinna untuk yang berasal dari nanas, nata de tomato untuk tomat, serta nata de soya yang dibuat dari limbah tahu.
Dalam perkembangan industri nata belakangan ini, bahan pangan ini umumnya dibuat dari air kelapa. Nata dengan rasa buah dibuat dari air kelapa, tetapi ditambahkan citarasa buah. Kita pun mudah mendapatkan produk nata dengan rasa vanila, stroberi, pisang, jeruk, jambu biji, nanas, dan lain-lain.
Nata De Coco merupakan hasil fermentasi air kelapa dengan bantuan mikroba Acetobacter xylinum. Gula pada air kelapa diubah menjadi asam asetat dan benang-benang selulosa. Lama-kelamaan akan terbentuk suatu massa yang kokoh dan mencapai ketebalan beberapa sentimeter.
Dengan demikian, nata dapat juga dianggap sebagai selulosa bakteri yang berbentuk padat, berwarna putih, transparan, berasa manis, bertekstur kenyal, dan umumnya dikonsumsi sebagai makanan ringan.
Starter atau biakan mikroba merupakan suatu bahan yang paling penting dalam pembentukan nata. Sebagai starter, digunakan biakan murni dari Acetobacter xylinum. Bakteri ini secara alami dapat ditemukan pada sari tanaman bergula yang telah mengalami fermentasi atau pada sayuran dan buah-buahan bergula yang sudah membusuk.
Bila mikroba ini ditumbuhkan pada media yang mengandung gula, organisme ini dapat mengubah 19 persen gula menjadi selulosa. Selulosa yang dikeluarkan ke dalam media itu berupa benang-benang yang bersama-sama dengan polisakarida berlendir membentuk jalinan yang terus menebal menjadi lapisan nata.
Cocok Untuk Diet
Daya tarik Nata De Coco terletak pada warnanya yang bening, teksturnya yang kenyal, dan rasanya yang sangat khas. Oleh karena itu, campuran nata di dalam berbagai minuman dingin sangat digemari oleh masyarakat luas. Terutama di daerah-daerah tropis, seperti di Tanah Air.
Penggunaan yang paling populer adalah sebagai dessert. Nata De Coco juga dapat dinikmati sebagai campuran es buah, kolak, puding, es krim, koktail buah, manisan, atau dimakan begitu saja.
Dilihat dari sudut gizinya, nata tidak berarti apa-apa karena produk ini sangat miskin zat gizi. Kandungan gizi nata yang dihidangkan dengan sirup adalah sebagai berikut: 67,7 persen air, 0,2 persen lemak, 12 mg kalsium, 5 mg zat besi, 2 mg fosfor, sedikit vitamin B1, sedikit protein, serta hanya 0,01 mikrogram riboflavin per 100 gramnya. Beberapa tindakan fortifikasi dengan vitamin (niasin, riboflavin, vitamin B1, dan vitamin C) dan mineral (kalsium dan fosfor), telah dilakukan untuk meningkatkan nilai gizinya. Bahan-bahan tambahan ini stabil pada suhu kamar selama 11 bulan atau lebih.
Untuk meningkatkan daya terima konsumen, Nata De Coco sering ditambah dengan ekstrak flavor atau esens, seperti: almond, pisang, jeruk, stroberi, vanila, dan lain-lain.

Karena kandungan gizi (khususnya energi) yang sangat rendah, Nata De Coco aman untuk dimakan oleh siapa saja. Produk ini tidak akan menyebabkan gemuk, sehingga sangat dianjurkan bagi mereka yang sedang diet rendah kalori untuk menurunkan berat badan.

Keunggulan lain dari Nata De Coco adalah kandungan serat (dietary fiber)-nya yang cukup tinggi, terutama selulosa.
Tanpa adanya serat dalam makanan, kita akan mudah mengalami gejala sembelit atau konstipasi (susah buang air besar), wasir, penyakit divertikulosis, kanker usus besar, radang apendiks, kencing manis, jantung koroner, dan kegemukan (obesitas). Dengan adanya serat dari Nata De Coco atau bahan pangan lainnya, proses buang air besar menjadi teratur dan berbagai penyakit tersebut dapat dihindari.
Walaupun Nata De Coco rendah kandungan gizinya, cara mengonsumsi yang salah dapat menyebabkan kita menjadi gemuk. Proses menjadi gemuk tersebut tidak disebabkan oleh nata itu sendiri. Penyebabnya adalah sirup yang terlalu manis atau bahan pencampur lainnya. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi Nata De Coco dengan campuran sirup yang terlalu manis atau bahan-bahan lain yang kaya kalori.
Nata De Coco biasanya dijual dalam kemasan botol, kaleng, atau kantong plastik dengan menggunakan larutan gula sebagai media perendam. Tujuan penggunaan larutan gula ini adalah untuk mengawetkan nata selama penyimpanan.
Bila kita ingin memakan Nata De Coco, sirup perendam tersebut sebaiknya kita buang agar Nata De Coco tidak menjadi terlalu manis. Untuk lebih mengurangi kadar gula, sebaiknya Nata De Coco direndam terlebih dahulu di dalam air beberapa saat sebelum dikonsumsi.
Sumber : nata de coco, cocok bagi anda yang ingin langsing

Jumat, 06 Januari 2012

Stres Dan Tipenya Mempengaruhi Pola Makan

Stres karena tekanan pekerjaan atau masalah apa pun yang menyebabkannya dapat di atasi oleh sejumlah makanan. Termasuk stres yang muncul pascaliburan, lantaran Anda mulai berhitung jumlah uang yang dihabiskan sepanjang liburan, ditambah lagi perubahan aktivitas yang kembali normal dengan rutinitas pekerjaan. Apapun sumber stresnya, sebaiknya kenali tipe stres yang Anda alami untuk memilih makanan yang tepat sebagai penawarnya.
Mengenali tipe stres juga dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Karena, perasaan tertekan dan kelelahan membuat tubuh membutuhkan energi, yang akhirnya dipenuhi dengan makanan berkalori dan karbohidrat tinggi. Alhasil, program diet Anda berantakan karena stres yang berkaitan dengan makanan.
“Setiap orang bereaksi terhadap stres dengan cara berbeda. Namun ada sejumlah bukti yang menunjukkan efek samping stres kronik terhadap kemampuan menurunkan berat badan. Bagaimana cara tubuh Anda mengatasi stres dapat menjadi acuan yang membantu Anda menjadi lebih tenang juga lebih ramping,” jelas terapis dan ahli nutrisi Charlotte Watts, penulis buku The De-stress Diet.
Karenanya, tak mengherankan jika banyak orang yang gagal dalam berdiet karena stres. Menurut Watss, mengubah pola makan dan gaya hidup dapat membantu Anda mengatasi stres. Jadi, kenali tipe stres Anda dan ikuti sejumlah saran yang diberikan untuk mengatasinya, agar 2012 ini Anda menjadi lebih ramping, lebih rileks, dan tentunya lebih sehat.

stres dan masalah pencernaan

Jika Anda sering bermasalah dengan perut, ditambah lagi jika sedang stres Anda merasa perut semakin sakit, dan juga sering mengalami sakit kepala, ini tandanya Anda stres yang disebabkan masalah pencernaan. Sumber masalahnya bukan hanya pada pencernaan namun juga karena minimnya bakteri baik di tubuh.
Tingkatkan asupan prebiotik untuk membantu pertumbuhan bakteri baik. Caranya, asup sayuran dan buah seperti bawang putih, bawang merah, bawang bombat, pisang, atau minum suplemen. Minum juga obat untuk enzim pencernaan sebelum makan, untuk membantu tubuh menghancurkan makanan.
Cara makan Anda juga perlu diperhatikan. Menguyahlah dengan perlahan dan beri jeda satu jam untuk makan buah setelah makan protein. Batasi asupan gula, alkohol, kafein yang dapat mengurangi level bakteri baik dalam tubuh dan juga dapat memicu gas, menurunkan imun dan meningkatkan pertumbuhan jamur.

Stres dan perasaan tak tenang

Sering merasa was-was, bersikap reaktif terhadap situasi yang bikin stres, kesulitan untuk rileks, seringkali merasa tertekan jika diberikan sejumlah tanggung jawab dan mudah mengalami perubahan mood, ini adalah sejumlah gejala stres yang umum dialami banyak orang. Stres tipe ini berdampak jangka panjang karena berkaitan dengan faktor fisik dan mental. Dampaknya terhadap tubuh, orang yang memiliki tipe stres ini mengalami kelebihan kelenjar adrenal yang mengontrol sejumlah hormon stres. Alhasil, selera makan Anda menjadi meningkat dan memiliki kecenderunganngemil.
Untuk mengatasinya, penuhi nutrisi setiap harinya dengan menu makan seimbang. Pastikan asupan protein terpenuhi, baik dari telur, daging, ikan. Sebaiknya asup lemak baik dan perbanyak sayuran. Anda juga bisa mengasup suplemen yang mengandung zinc, zat besi, vitamin C,B, iodine dan magnesium, karena zat gizi ini cenderung hilang saat Anda mengalami stres.
Jaga kondisi tubuh jangan sampai kelelahan. Berusahalah rileks, tarik nafas dalam-dalam, sebelum tidur malam atau saat bangun tidur di pagi hari. Kurangi intensitas olahraga Anda, jangan terlalu memaksakan diri. Hindari juga berbagai hal yang sifatnya terlalu kompetitif yang dapat memicu stres.
Stres dan tubuh lemas
Anda merasa sering kedinginan padahal yang lain merasa hangat, rambut rontok, sulit konsentrasi, sering merasa lelah, suara serak, setiap kali bangun tidur, Anda merasa lemas, inilah sejumlah gejala stres yang disebabkan gangguan kelenjar tiroid. Tanda-tanda ini menunjukkan metabolisme tubuh tak bekerja maksimal. Kemampuan tubuh menyimpan energi juga melemah. Kalau sudah begini, keinginan untuk menurunkan berat badan semakin sulit diwujudkan.
Atasi dengan memastikan level gula darah di tubuh Anda tetap seimbang agar energi tetap terjaga. Caranya kurangi asupan gula dan karbohidrat, dan konsumsi lebih banyak protein. Hindari kopi dan alkohol. Lebih rajin lah berolahraga. Coba yoga dengan posisi kepala di bawah yang membantu peredaran darah dan penyebaran oksigen dan nutrisi ke kelenjar tiroid. Sebaiknya jangan mengasup kol dan brokoli. Anda boleh makan makanan yang menghangatkan seperti cabe, jahe, teh hijau, kunyit, juga wasabi.
Stres dan penyakit
Apakah Anda menderita sejumlah penyakit seperti asma, infeksi tenggorokan, hidung, telinga, juga demam, sakit kepala, selain itu Anda juga memiliki kecenderungan menderita osteoporosis, sakit jantung dan penyakit lainnya? Ini petanda sistem imun tubuh Anda bermasalah.
Untuk mengatasinya, batasi asupan gula. Tingkatkan asupan makanan yang kaya vitamin C, E, berakaroten yang terdapat pada buah dan sayuran segar berwarna cerah. Makanan dan minuman seperti cokelat, bawang putih, teh, teh hijau dan anggur merah baik untuk Anda. Pastikan asupan omega 3 Anda terpenuhi, karena minimnya omega 3 dapat memperburuk penyakit yang Anda derita tadi. Saat berolahraga, hindari latihan kardio dan sebaiknya pilih model olahraga yang ringan seperti jogging atau jalan kaki.
Stres dan masalah hormonal
Masalah hormonal seperti PMS atau masalah lain sebagai dampak penggunaan alat kontrasepsi yang seringkali dialami perempuan ini juga menimbulkan stres. Hormon stres berinteraksi dengan hormon estrogen, progesteron dan testosteron. Alhasil hormon dalam tubuh tak seimbang, dan masalah berat badan banyak dialami perempuan dengan menyasar pada area pinggul dan paha.
Untuk mengatasinya batasi konsumsi alkohol yang dapat meningkatkan level hormon estrogen dan memperburuk PMS. Asup makanan berbasis kedelai untuk membantu menyeimbangkan hormon. Selain juga perbanyak asupan serat. Berolahraga setiap hari dapat membantu menyeimbangkan hormon karena meningkatkan sirkulasi dan detoksifikasi.
Stres dan kelelahan
Anda seringkali mudah marah saat bangun tidur, merasa lelah, sulit tidur, ini adalah gejala stres kelanjutan dari tipe stres sebelumnya (perasaan tak tenang). Penderita stres ini harus meningkatkan asupan daging merah, ikan, telur, bayam, salada air, susu, tahu, jamur dan berbagai makanan kaya zat besi. Tingkatkan asupan buah dan sayuran, seimbangkan juga dengan olahraga yang dapat mengurangi level hormon stres. Penderita stres tipe ini boleh mengasup kopi, alkohol, multivitamin dan mineral yang meningkatkan zat besi, magnesium, vitamin B dan C.
Stres dan hilang semangat
Anda cenderung sulit tidur dan mengalami depresi sehingga sering merasa kehilangan semangat dan motivasi. Stres yang Anda alami ini menghilangkan hormon serotonin dan dopamin yang memberikan rasa bahagia. Perasaan tak bahagia dan hilang semangat seperti inilah yang menyebabkan Anda memiliki kecenderungan mengonsumsi junk food. 
Anda perlu mengasup suplemen mengandung omega 3, tingkatkan asupan protein untuk meningkatkan energi di otak dan meningkatkan mood. Lakukan kebiasaan yang menyehatkan, seperti berolahraga di ruang terbuka, tertawa lah lebih sering, dengarkan musik, bersosialisasi, dan bagi pasangan menikah, lakukan hubungan seks rutin.

stres dengan cara berbeda. Namun ada sejumlah bukti yang menunjukkan efek samping stres kronik terhadap kemampuan menurunkan berat badan. Bagaimana cara tubuh Anda mengatasi stres dapat menjadi acuan yang membantu Anda menjadi lebih tenang juga lebih ramping,” jelas terapis dan ahli nutrisi Charlotte Watts,

Selasa, 27 Desember 2011

Nata De Coco, Cocok Bagi Anda Yang Ingin Langsing


Nata De Coco menjadi makanan yang cukup ideal bagi mereka yang sedang berupaya menurunkan berat badan. Sebab, bahan makanan yang berasal dari air kelapa tersebut, selain rasanya enak dan cocok bagi banyak lidah, juga kaya serat.

Istilah nata berasal dari bahasa Spanyol yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sebagai natare, yang berarti terapung-apung. Nata dapat dibuat dari air kelapa, santan kelapa, tetes tebu (molases), limbah cair tahu, atau sari buah (nanas, melon, markisa, pisang, jeruk, jambu biji, stroberi, dan lain-lain).
Pemberian nama untuk nata tergantung dari bahan baku yang digunakan. Nata de pinna untuk yang berasal dari nanas, nata de tomato untuk tomat, serta nata de soya yang dibuat dari limbah tahu.
Dalam perkembangan industri nata belakangan ini, bahan pangan ini umumnya dibuat dari air kelapa. Nata dengan rasa buah dibuat dari air kelapa, tetapi ditambahkan citarasa buah. Kita pun mudah mendapatkan produk nata dengan rasa vanila, stroberi, pisang, jeruk, jambu biji, nanas, dan lain-lain.
Nata De Coco merupakan hasil fermentasi air kelapa dengan bantuan mikroba Acetobacter xylinum. Gula pada air kelapa diubah menjadi asam asetat dan benang-benang selulosa. Lama-kelamaan akan terbentuk suatu massa yang kokoh dan mencapai ketebalan beberapa sentimeter.
Dengan demikian, nata dapat juga dianggap sebagai selulosa bakteri yang berbentuk padat, berwarna putih, transparan, berasa manis, bertekstur kenyal, dan umumnya dikonsumsi sebagai makanan ringan.
Starter atau biakan mikroba merupakan suatu bahan yang paling penting dalam pembentukan nata. Sebagai starter, digunakan biakan murni dari Acetobacter xylinum. Bakteri ini secara alami dapat ditemukan pada sari tanaman bergula yang telah mengalami fermentasi atau pada sayuran dan buah-buahan bergula yang sudah membusuk.
Bila mikroba ini ditumbuhkan pada media yang mengandung gula, organisme ini dapat mengubah 19 persen gula menjadi selulosa. Selulosa yang dikeluarkan ke dalam media itu berupa benang-benang yang bersama-sama dengan polisakarida berlendir membentuk jalinan yang terus menebal menjadi lapisan nata.
Cocok Untuk Diet
Daya tarik Nata De Coco terletak pada warnanya yang bening, teksturnya yang kenyal, dan rasanya yang sangat khas. Oleh karena itu, campuran nata di dalam berbagai minuman dingin sangat digemari oleh masyarakat luas. Terutama di daerah-daerah tropis, seperti di Tanah Air.
Penggunaan yang paling populer adalah sebagai dessert. Nata De Coco juga dapat dinikmati sebagai campuran es buah, kolak, puding, es krim, koktail buah, manisan, atau dimakan begitu saja.
Dilihat dari sudut gizinya, nata tidak berarti apa-apa karena produk ini sangat miskin zat gizi. Kandungan gizi nata yang dihidangkan dengan sirup adalah sebagai berikut: 67,7 persen air, 0,2 persen lemak, 12 mg kalsium, 5 mg zat besi, 2 mg fosfor, sedikit vitamin B1, sedikit protein, serta hanya 0,01 mikrogram riboflavin per 100 gramnya. Beberapa tindakan fortifikasi dengan vitamin (niasin, riboflavin, vitamin B1, dan vitamin C) dan mineral (kalsium dan fosfor), telah dilakukan untuk meningkatkan nilai gizinya. Bahan-bahan tambahan ini stabil pada suhu kamar selama 11 bulan atau lebih.
Untuk meningkatkan daya terima konsumen, Nata De Coco sering ditambah dengan ekstrak flavor atau esens, seperti: almond, pisang, jeruk, stroberi, vanila, dan lain-lain.

Karena kandungan gizi (khususnya energi) yang sangat rendah, Nata De Coco aman untuk dimakan oleh siapa saja. Produk ini tidak akan menyebabkan gemuk, sehingga sangat dianjurkan bagi mereka yang sedang diet rendah kalori untuk menurunkan berat badan.

Keunggulan lain dari Nata De Coco adalah kandungan serat (dietary fiber)-nya yang cukup tinggi, terutama selulosa.
Tanpa adanya serat dalam makanan, kita akan mudah mengalami gejala sembelit atau konstipasi (susah buang air besar), wasir, penyakit divertikulosis, kanker usus besar, radang apendiks, kencing manis, jantung koroner, dan kegemukan (obesitas). Dengan adanya serat dari Nata De Coco atau bahan pangan lainnya, proses buang air besar menjadi teratur dan berbagai penyakit tersebut dapat dihindari.
Walaupun Nata De Coco rendah kandungan gizinya, cara mengonsumsi yang salah dapat menyebabkan kita menjadi gemuk. Proses menjadi gemuk tersebut tidak disebabkan oleh nata itu sendiri. Penyebabnya adalah sirup yang terlalu manis atau bahan pencampur lainnya. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi Nata De Coco dengan campuran sirup yang terlalu manis atau bahan-bahan lain yang kaya kalori.
Nata De Coco biasanya dijual dalam kemasan botol, kaleng, atau kantong plastik dengan menggunakan larutan gula sebagai media perendam. Tujuan penggunaan larutan gula ini adalah untuk mengawetkan nata selama penyimpanan.
Bila kita ingin memakan Nata De Coco, sirup perendam tersebut sebaiknya kita buang agar Nata De Coco tidak menjadi terlalu manis. Untuk lebih mengurangi kadar gula, sebaiknya Nata De Coco direndam terlebih dahulu di dalam air beberapa saat sebelum dikonsumsi.
Sumber : nata de coco, cocok bagi anda yang ingin langsing