Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2012

Melahirkan setelah Hamil 3 jam


hamil 3 jam langsung melahirkanWarga Desa Rukun Makmur, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, Sumatera Selatan, mendadak dihebohkan dengan adanya bayi ajaib laki-laki dengan berat 3,2 kilogram yang dilahirkan dari rahim Tatimah (23) yang hamil dalam waktu singkat, Minggu 16 Oktober 2011.
Kehebohan terjadi karena bayi laki-laki tersebut tidak lebih dari 3 jam di dalam kandungan. Tidak banyak kesulitan yang berarti selama proses persalinannya.
Informasi yang didapat, mulanya Tatimah mengadu sakit pada dengan suaminya, Suwar, setelah terbangun dari tidur sekitar pukul 06.00 WIB.
Dia mengeluh badan merasa lesu dan diperut terasa kembung, kemudian meminta kepada suaminya untuk dikerik, namun rasa kembung tidak juga reda.
Rasa sesak dan kembung yang dirasakan berbeda seperti sakit biasanya. Tatimah sendiri mengaku heran, setelah dikerik oleh suaminya perut terus bertambah besar dan semakin berat layaknya wanita sedang hamil dan rasa sakit yang dirasakan semakin berbeda. Rasa sakit tersebut bukan lagi seperti orang masuk angin melainkan seperti orang mau melahirkan.
Melihat kondisi perut istrinya yang terus membesar, sekira pukul 08.00 WIB Suwar langsung memanggil Bidan Desa setempat, Fitri. Menurut Bidan Fitri, memang benar Tatimah sedang hamil dan telah siap akan melahirkan.
Dengan pertolongan bidan tersebut sekira pukul 10.00, akhirnya Tatimah melahirkan bayi keduanya jenis laki-laki normal dengan berat 3,2 kilogram dengan panjang 50 sentimeter.
Berdasarkan keterangan Suwar, sang istri selama ini tidak merasakan hamil dan mengikuti program KB jenis suntik setelah melahirkan putra pertamanya sejak 2 tahun silam dan KB itu masih rutin dilakukan. Ajaibnya, Tatimah tiba-tiba hamil dan tidak lama berselang langsung melahirkan.
Kades Rukun Makmur, Subandi, saat dikonfirmasi membenarkan ada warganya yang melahirkan dengan proses kehamilan yang tidak biasa. Yaitu, hamil dalam waktu yang sangat singkat.
“Tatimah hamil sekitar 3 jam, bayi laki-laki dalam kandungannya langsung lahir dan proses kelahirannya dibantu oleh Bidan Fitri,” jelasnya, Senin (17/10/2011).
Menurut Subandi, kelahiran bayi ini mengejutkan seluruh warga desa, pasalnya selama ini Tatimah tidak terlihat hamil dan dalam keseharian masih aktif bekerja di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit didekat desa ini.
“Memang aneh tapi nyata kejadian ini,” jelas Subandi.
sumber: Melahirkan setelah Hamil 3 jam

Rabu, 25 Januari 2012

Bayi Memahami Kata-kata Ibunya Bagaimana Yah ?

Bayi memahami kata-kata kita ?? sebelumnya anda harus “Membaca” ekspresi dan tangisan bayi biasanya dapat dilakukan ibu bila sudah biasa menghadapinya. Jika tidak pun, ada banyak artikel yang bisa menjelaskan pada Anda cara memaknai tangisan bayi. Tetapi ketika Anda bersiap meninggalkan bayi untuk bekerja, dan membujuknya agar tidak menangis, bagaimana Anda memastikan bahwa si kecil memahami pesan-pesan dari Anda?
Menurut penelitian dari School of Psychology Cardiff University, ternyata bayi memahami apa yang dikatakan sang ibu, meskipun sang ibu berbicara dalam bahasa lain yang belum pernah didengar bayi. Sebelumnya, para peneliti mengobservasi 84 bayi berusia 14 dan 18 bulan selama setahun. Saat itu mereka melihat ibu mereka menggunakan mainan dan berbicara dalam bahasa Inggris. Peneliti lalu mengamati reaksi bayi satu tahun terhadap suara ibunya, ketika sang ibu berbicara dengan bahasa lain. Proses yang sama diulangi dengan nada yang sama, tetapi dalam bahasa Yunani. Terlihat bahwa bayi menunjukkan reaksi yang sama saat mendengar kedua bahasa tersebut.
“Hal ini menunjukkan, bayi sebenarnya mampu memahami hanya dengan mendengarkan nada suara ibunya,” tutur pemimpin studi, Dr Merideth Gattis. “Kami menggunakan kata ‘ups’ dan ‘di sana’ dalam dua bahasa, dan mendapat reaksi yang persis sama, entah bahasa Inggris atau Yunani, yang tak satu pun dimengerti anak-anak.”

bayi Memaknai bahasa ibunya dari nada suara, ini dilakukan  sejak usianya masih sangat dini. Menurut Dr Gattis, nada suara menjadi sinyal yang sangat berguna mengenai apa yang dipikirkan seseorang. “Bukankah kita tak pernah bisa menebak pikiran orang lain, kecuali dari sinyal-sinyal bahasa?” katanya.

Oleh karena itu, tidak penting sebenarnya apa yang Anda katakan kepada si kecil, tetapi bagaimana Anda menyampaikannya. Bahkan menumpahkan amarah, atau memaki, bisa disamarkan melalui nada suara. Dr Gattis mengambil perumpamaan ketika si kecil bertanya apakah Anda menyukai lukisannya. Meskipun Anda mengatakan iya, tetapi jika nada suara Anda tidak antusias, maknanya bisa berbeda.

“Studi ini menunjukkan bahwa Anda tidak perlu khawatir mengenai apa yang harus dikatakan karena Anda bisa menggunakan nada suara saja untuk bayi ,” pungkas Gattis.

sumber : Bayi Memahami Kata-kata Ibunya Bagaimana Yah ?