Tampilkan postingan dengan label obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obat. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2012

Jambu Biji Memiliki 10 Khasiat Bagi Kesehatan

Jambu Biji (Psidium guajava L) hanya populer ketika penyakit demam berdarah merebak. Padahal, buah yang kaya akan vitamin C ini memiliki banyak khasiat kesehatan yang belum banyak diketahui orang.

Buah jambu ini sangat cocok sekali dikonsumsi di siang hari karena buahnya yang segar dan mendinginkan badan.

Buah Jambu Biji mengandung banyak vitamin dan serat, sehingga sangat cocok sekali dikonsumsi untuk menjaga kesehatan. Warna daging jambu ini yang merah mengidikasikan jambu ini kaya akan vitamin A.

Berikut ini ada beberapa khasiat dari Jambu Biji :
1. Mencegah kanker
Jambu Biji mengandung antioksidan pelawan kanker, likopen. Likopen dalam jambu ini lebih mudah diserap tubuh dibanding yang berasal dari tomat karena perbedaan dalam struktur selnya. Konsumsi likopen yang cukup sangat berpengaruh pada penurunan risiko kanker prostat pada pria. Semua jenis jambu ini mengandung antioksidan yang tinggi, terutama pada jambu biji berdaging merah.
2. Menurunkan hipertensi
Jambu Biji adalah buah yang sebaiknya rutin dikonsumsi jika Anda ingin menghindar dari serangan jantung. Buah ini menjadi hipoglikemik di alam dan kaya akan serat yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Selain itu, buah ini berukuran sedang bisa mencukupi 20 persen kebutuhan harian tubuh akan potasium. Penelitian juga menunjukkan rutin mengonsumsi potasium bisa menurunkan tekanan darah.
3. Mengobati diare
Tanaman jambu ini memiliki astringen, zat kimia yang akan menyusutkan jaringan tubuh. Ini sebabnya gusi akan terasa lebih keras dan segar setelah kita mengunyah jambu tersebut. Selain itu daun jambu tersebut juga mengandung zat antibakteri sehingga bisa mencegah pertumbuhan bakteri saat terkena disentri. Pembunuh bakteri lain dalam buah ini adalah karetinoid, vitamin C dan potasium.
4. Batuk dan flu
Daun jambu biji yang dimakan mentah atau buah yang masih mentah yang dibuat jus dipercaya secara turun temurun sebagai obat mengatasi batuk dan flu. Ramuan ini bekerja dengan cara mengurangi pembentukan lendir serta membuat saluran pernapasan bebas infeksi. Buah ini juga kaya akan vitamin C dan zat besi yang efektif untuk menghambat infeksi virus flu.
5. Merawat kulit
Kandungan astringet dalam jambu biji akan meningkatkan tekstur kulit dan mengencangkan kulit yang mulai kendur. Bukan hanya itu buah ini juga mengandung vitamin A, C dan potasium yang memiliki fungsi sebagai antioksidan. Nutrisi ini akan membantu proses detoksifikasi dan menjaga kulit tetap sehat serta bebas keriput.
6. Mencegah sembelit
Kandungan serat yang tinggi dalam jambu biji efektif untuk mencegah sembelit atau konstipasi. Buah jambu biji ukuran sedang mengandung 36 persen kebutuhan serat yang direkomendasikan. Selain itu biji buah ini juga menjadi laksatif yang ampuh yang berfungsi untuk membantu membersihkan sistem pembuangan usus.
7. Diabetes
Menurut penelitian yang dilakukan pada tikus, baik buah dan daun jambu biji bisa membantu menurunkan kadar gula darah.
8. Menurunkan berat badan
Buah ini memiliki komponen yang diperlukan untuk menurunkan berat badan, misalnya serat, protein dan vitamin. Buah ini juga membuat perut terasa lebih kenyang. Jambu yang berukuran sedang yang diasup saat makan siang sudah cukup untuk mengganjal perut sampai makan malam.
9. Sariawan perut
Vitamin C yang terkandung dalam jambu ini empat kali lebih tinggi dibanding dengan vitamin C yang terdapat dalam jeruk. Selain itu, buah ini juga menjadi obat yang ampuh untuk sariawan perut, penyakit yang ditandai dengan gusi bengkak dan berdarah.
10. Merawat gigi
Konsumsi jus jambu biji untuk merawat gusi, mengatasi gusi bengkak dan berdarah.
Sumber : jambu biji memiliki 10 khasiat bagi kesehatan

Kamis, 09 Februari 2012

Cakar Kucing Menghentikan Detak Jantung Pria Ini

Cakar kucing mungkin jadi hal yang biasa bagi pecinta binatang. Namun seorang pria mengalami kondisi darurat seminggu setelah tercakar kucing. Mengapa bisa begitu?

Seminggu setelah di cakar kucing mertuanya, Jon Taylor (44 tahun) harus menjalani operasi darurat karena bakteri pada cakar kucing masuk ke dalam aliran darahnya, sehingga memicu septikemia (keracunan darah). Jantungnya sempat berhenti berdetak beberapa detik. Beruntung, operasi dapat menyelamatkan nyawanya.

“Saya sedang berada di dapur ketika kucing melompat dari oven ke kakiku dan meninggalkan 2 goresan cakar kucing sepanjang 6 cm. Setelah memberikan obat luka dan perban, saya tidak memikirkan goresan cakar kucing itu lagi,” jelas Jon Taylor, seperti dilansir Dailymail, Selasa (13/12/2011).

Luka di kulit telah memungkinkan strain bakteri streptokokus dari cakar kucing masuk ke dalam aliran darah Jon. Bakteri yang masuk dan berkembang biak akhirnya mempengaruhi katup aorta dalam jantungnya, yang berfungsi untuk mengontrol aliran darah ke seluruh tubuh.
Dua hari setelah di cakar kucing kondisi tubuh Jon mulai menurun, tapi ia hanya mengira itu karena flu. Sehari setelah itu, ia merasa sangat sakit hingga hanya bisa berbaring di tempat tidur.
“Saya biasanya tangguh, tapi saya terkejut melihat betapa flu telah membuat saya lemah selama 6 hari,” kata Jon, yang tinggal dengan istrinya Stephanie dan ketiga anak mereka dekat Okehampton, Devon.
Malam berikutnya, Jon terbangun karena rasa sakit berdenyut di jari manis kirinya, yang keesokan harinya menyebabkan bengkak dan berubah ungu. Tapi ia belum juga memikirkan itu dan menganggap jari bengkak dan ungu hanya karena tertimpa benda di tempat kerja. Ia tidak tahu bahwa jari bengkak dan ungu adalah gejala khas dari septikemia.
Septikemia terjadi ketika bakteri berkembang biak di dalam darah, menyebabkan peradangan luas yang merusak organ-organ vital. Jika tidak segera diobati, shock septik dapat berkembang, di mana racun bakteri menyebabkan tekanan darah menurun.
Akhirnya organ mulai gagal berfungsi dan menyebabkan kematian pada lebih dari separuh pasien. Bakteri dapat memasuki aliran darah melalui operasi terbuka dan abses gigi, serta luka bakar dan goresan.
“Saya masih tidak berpikir bahwa gejala itu ada hubungannya dengan luka goresan cakar kucing, karena luka itu tampak sudah sembuh. Tapi 6 hari setelah terkena cakar kucing , saya mengalami kuning (jaundice) dan sangat tidak sehat. Saya mengalami demam dan sangat lemah,” jelasnya.
Keluarganya yang begitu khawatir akhirnya memanggil ambulans dan Jon dilarikan ke rumah sakit. Jon dibawa ke perawatan intensif, di mana tes menunjukkan jantung, paru-paru, hati dan ginjal telah gagal berfungsi. Pada satu tahap jantungnya juga berhenti berdetak selama beberapa detik dan harus restart. Dokter juga mengatakan katup aorta jantungnya perlu diganti.
“Dokter mengatakan kepada saya jika saya tidak menjalani operasi, saya akan mati dalam 48 jam. Istri saya sangat takut dan saya cukup takut,” jelasnya.
Meski tidak semua luka gores cakar kucing berbahaya, namun hal tersebut tidak bisa disepelekan seberapa pun ukurannya.
“Luka gores cakar kucing yang terinfeksi biasanya akan mulai terlihat merah dan terinfeksi, kelenjar getah bening akan mulai membengkak di dekat luka cakar kucing  setelah sepuluh hari. Ini akan diikuti dengan demam, kelelahan, sakit kepala, dalam beberapa kasus kehilangan nafsu makan, pembesaran limpa dan sakit tenggorokan,” papar Dr Suranjith Seneviratne, imunolog di Royal Free Hospital, London.
Awalnya luka dapat terlihat seperti mengalami penyembuhan, tetapi bakteri bisa bepergian ke tempat lain. Gejala sering terlihat jauh hari setelah luka terjadi, karena masa inkubasi biasanya beberapa hari dan bakteri berkembang biak semakin banyak.
Bakteri dapat menetap pada jantung, hati, otak, ginjal dan paru-paru, pada orang-orang dengan sistem kekebalan rendah seperti, bayi atau seseorang dengan penyakit yang sudah ada seperti kanker atau diabetes.
Orang-orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu juga berisiko, seperti obat-obatan yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh, termasuk kemoterapi dan steroid (yang digunakan untuk kondisi termasuk rheumatoid arthritis dan multiple sclerosis).
“Pada orang sehat, biasanya sistem kekebalan tubuh mereka akan membunuh bakteri,” kata Dr Seneviratne.
Bukan hanya goresan cakar kucing atau cakar binatang yang dapat menyebaban keracunan darah, tapi juga luka karena serpihan kaca atau duri.
Perlu diketahui, sebelumnya Jon telah didiagnosa dengan heart murmur pada saat berusia 30-an tahun, yang disebabkan katup jantungnya melemah. Dokter percaya bahwa bakteri dari cakar kucing telah menetap di tempat yang lemah tersebut.
sumber : Cakar Kucing Menghentikan Detak Jantung Pria Ini

Rabu, 08 Februari 2012

Logo Apotik, Makna Dari Symbol Ular Dan Gelas


Logo Apotik dibalik symbolnya terdapat gambar ular dan gelas. yaa tentu kita semua penasaran dengan symbol ular dan gelas yang tergambar di tiap-tiap Logo Apotik yang Anda kunjungi.

Logo Apotik menggunakan symbol ular dan gelas, Ada yang tahu kenapa? sering kita melihat Logo Apotik yang memvisualkan symbol ular dan gelas. Tapi saya yakin banyak dari kita yang kurang menyadari sebenarnya apa makna dari 2 symbol/ Logo Apotik tersebut. Saya ingin berbagi informasi tentang kedua symbol ini.

Logo Apotik – Gelas dan Ular.
Dahulu hidup seorang yang dikenal dengan nama Aesculapius. Saudara laki” dari Hygeia inilah yang disebut dewa penyembuh Yunani. Aesculapius memiliki binatang peliharaan yang sama dengan Pangeran Kegelapan yaitu ular. Ular itu melayani dengan setia saat sang tuan tidur untuk mendapat ilham penyembuhan yang biasanya datang dari mimpi.
Waktu itu bangsa Yunani sangat percaya mimpi adalah wahyu yang diturunkan oleh dewa untuk kebaikan umat manusia. Awalnya lambang dunia farmasi adalah ular yang membelit tongkat-tongkat Aesculapius, tapi entah kenapa kemudian diubah jadi mangkuk yang lebih menyerupai gelas ketimbang sebuah mangkuk. Mangkuk sebagai obatnya sedang ular digambarkan sebagai symbol of resurrection.

Banyak yang menyebutkan bahwa Logo Apotik adalah sebuah visual bergambar gelas yang dililit oleh seekor ular,  tapi sebenarnya itu ternyata bukan gelas. Menurut filosofinya itu merupakan mangkuk yang bernama mangkuk Hygeia  yang berasal dari mitologi Yunani.

Dimana Hygeia merupakan dewi kesehatan. Pada relief yang ditemukan, Dewi kesehatan ini selalu digambarkan memegang mangkuk obat dan dibadannya ada seekor ular.
Dalam mitologi Yunani, Mangkuk Hygeia adalah salah satu atribut Hygeia, dewi kesehatan. Pada masa kini, mangkuk Hygeia dijadikan sebagai lambang farmasi dan Logo Apotik.
Beberapa berpendapat bahwa mangkuk dan ular merupakan lambang keselarasan kehidupan dengan Bumi. Ular mungkin melambangkan pasien yang bisa memilih apakah akan mengambil obat pada mangkuk tersebut atau tidak.
Hal tersebut menunjukkan bahwa seseorang mengendalikan kesehatannya sendiri melalui pilihan yang diambil. Ular Higieia juga dikaitkan dengan kepercayaan kuno bahwa ular memiliki kemampuan kebijaksanaan dan penyembuhan.
Menurut kepercayaan kuno, ular bisa melakukan kontak dengan para arwah di dunia bawah dan membawa mereka untuk membantu manusia yang masih hidup, karena itu ular dianggap membawa kebijaksanaan karena mampu membawa arwah para leluhur  yang bijak.
Mangkuk atau gelas Hygeia dengan ular yang membelitnya telah menjadi Logo Apotik dan symbol dari banyak perkumpulan apoteker di seluruh dunia. Mangkuk Hygeia merupakan lambang Asosiasi Apoteker Amerika dan digambarkan sebagai mangkuk obat, Asosiasi Apoteker Kanada, Masyarakat Apoteker Australia, selain juga banyak asosiasi apoteker lainnya di seluruh dunia. Asosiasi Apoteker Australia mempergunakan versi yang menampilkan sebuah gelas yang diapit oleh dua ekor ular. Sementara Federasi Apoteker Internasional (FIP) mempergunakan mangkuk Hygeia yang disusun dari huruf FIP.
Semenjak itu mangkuk obat dan Ular sering digunakan sebagai symbol/ Logo Apotik dengan mengadopsi dari mitologi Yunani tersebut. Jadi sebelum membuat sebuah logo pahami dahulu sebuah filosofi dari bentuk yang akan kita kerjakan agar tidak salah persepsi antara symbol dengan persepsi orang menilai, agar orang mengerti dengan benar kita ingin menawarkan apa kepada calon Client kita.
Sumber: logo apotik & makna dari symbol ular dan gelap

Rabu, 28 Desember 2011

Cakar Kucing Menghentikan Detak Jantung Pria Ini


Cakar kucing mungkin jadi hal yang biasa bagi pecinta binatang. Namun seorang pria mengalami kondisi darurat seminggu setelah tercakar kucing. Mengapa bisa begitu?

Seminggu setelah di cakar kucing mertuanya, Jon Taylor (44 tahun) harus menjalani operasi darurat karena bakteri pada cakar kucing masuk ke dalam aliran darahnya, sehingga memicu septikemia (keracunan darah). Jantungnya sempat berhenti berdetak beberapa detik. Beruntung, operasi dapat menyelamatkan nyawanya.

“Saya sedang berada di dapur ketika kucing melompat dari oven ke kakiku dan meninggalkan 2 goresan cakar kucing sepanjang 6 cm. Setelah memberikan obat luka dan perban, saya tidak memikirkan goresan cakar kucing itu lagi,” jelas Jon Taylor, seperti dilansir Dailymail, Selasa (13/12/2011).

Luka di kulit telah memungkinkan strain bakteri streptokokus dari cakar kucing masuk ke dalam aliran darah Jon. Bakteri yang masuk dan berkembang biak akhirnya mempengaruhi katup aorta dalam jantungnya, yang berfungsi untuk mengontrol aliran darah ke seluruh tubuh.
Dua hari setelah di cakar kucing kondisi tubuh Jon mulai menurun, tapi ia hanya mengira itu karena flu. Sehari setelah itu, ia merasa sangat sakit hingga hanya bisa berbaring di tempat tidur.
“Saya biasanya tangguh, tapi saya terkejut melihat betapa flu telah membuat saya lemah selama 6 hari,” kata Jon, yang tinggal dengan istrinya Stephanie dan ketiga anak mereka dekat Okehampton, Devon.
Malam berikutnya, Jon terbangun karena rasa sakit berdenyut di jari manis kirinya, yang keesokan harinya menyebabkan bengkak dan berubah ungu. Tapi ia belum juga memikirkan itu dan menganggap jari bengkak dan ungu hanya karena tertimpa benda di tempat kerja. Ia tidak tahu bahwa jari bengkak dan ungu adalah gejala khas dari septikemia.
Septikemia terjadi ketika bakteri berkembang biak di dalam darah, menyebabkan peradangan luas yang merusak organ-organ vital. Jika tidak segera diobati, shock septik dapat berkembang, di mana racun bakteri menyebabkan tekanan darah menurun.
Akhirnya organ mulai gagal berfungsi dan menyebabkan kematian pada lebih dari separuh pasien. Bakteri dapat memasuki aliran darah melalui operasi terbuka dan abses gigi, serta luka bakar dan goresan.
“Saya masih tidak berpikir bahwa gejala itu ada hubungannya dengan luka goresan cakar kucing, karena luka itu tampak sudah sembuh. Tapi 6 hari setelah terkena cakar kucing , saya mengalami kuning (jaundice) dan sangat tidak sehat. Saya mengalami demam dan sangat lemah,” jelasnya.
Keluarganya yang begitu khawatir akhirnya memanggil ambulans dan Jon dilarikan ke rumah sakit. Jon dibawa ke perawatan intensif, di mana tes menunjukkan jantung, paru-paru, hati dan ginjal telah gagal berfungsi. Pada satu tahap jantungnya juga berhenti berdetak selama beberapa detik dan harus restart. Dokter juga mengatakan katup aorta jantungnya perlu diganti.
“Dokter mengatakan kepada saya jika saya tidak menjalani operasi, saya akan mati dalam 48 jam. Istri saya sangat takut dan saya cukup takut,” jelasnya.
Meski tidak semua luka gores cakar kucing berbahaya, namun hal tersebut tidak bisa disepelekan seberapa pun ukurannya.
“Luka gores cakar kucing yang terinfeksi biasanya akan mulai terlihat merah dan terinfeksi, kelenjar getah bening akan mulai membengkak di dekat luka cakar kucing  setelah sepuluh hari. Ini akan diikuti dengan demam, kelelahan, sakit kepala, dalam beberapa kasus kehilangan nafsu makan, pembesaran limpa dan sakit tenggorokan,” papar Dr Suranjith Seneviratne, imunolog di Royal Free Hospital, London.
Awalnya luka dapat terlihat seperti mengalami penyembuhan, tetapi bakteri bisa bepergian ke tempat lain. Gejala sering terlihat jauh hari setelah luka terjadi, karena masa inkubasi biasanya beberapa hari dan bakteri berkembang biak semakin banyak.
Bakteri dapat menetap pada jantung, hati, otak, ginjal dan paru-paru, pada orang-orang dengan sistem kekebalan rendah seperti, bayi atau seseorang dengan penyakit yang sudah ada seperti kanker atau diabetes.
Orang-orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu juga berisiko, seperti obat-obatan yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh, termasuk kemoterapi dan steroid (yang digunakan untuk kondisi termasuk rheumatoid arthritis dan multiple sclerosis).
“Pada orang sehat, biasanya sistem kekebalan tubuh mereka akan membunuh bakteri,” kata Dr Seneviratne.
Bukan hanya goresan cakar kucing atau cakar binatang yang dapat menyebaban keracunan darah, tapi juga luka karena serpihan kaca atau duri.
Perlu diketahui, sebelumnya Jon telah didiagnosa dengan heart murmur pada saat berusia 30-an tahun, yang disebabkan katup jantungnya melemah. Dokter percaya bahwa bakteri dari cakar kucing telah menetap di tempat yang lemah tersebut.

Selasa, 13 Desember 2011

Jambu Biji Memiliki 10 Khasiat Bagi Kesehatan

Jambu Biji (Psidium guajava L) hanya populer ketika penyakit demam berdarah merebak. Padahal, buah yang kaya akan vitamin C ini memiliki banyak khasiat kesehatan yang belum banyak diketahui orang.

Buah jambu ini sangat cocok sekali dikonsumsi di siang hari karena buahnya yang segar dan mendinginkan badan.

Buah Jambu Biji mengandung banyak vitamin dan serat, sehingga sangat cocok sekali dikonsumsi untuk menjaga kesehatan. Warna daging jambu ini yang merah mengidikasikan jambu ini kaya akan vitamin A.

Berikut ini ada beberapa khasiat dari Jambu Biji :
1. Mencegah kanker
Jambu Biji mengandung antioksidan pelawan kanker, likopen. Likopen dalam jambu ini lebih mudah diserap tubuh dibanding yang berasal dari tomat karena perbedaan dalam struktur selnya. Konsumsi likopen yang cukup sangat berpengaruh pada penurunan risiko kanker prostat pada pria. Semua jenis jambu ini mengandung antioksidan yang tinggi, terutama pada jambu biji berdaging merah.
2. Menurunkan hipertensi
Jambu Biji adalah buah yang sebaiknya rutin dikonsumsi jika Anda ingin menghindar dari serangan jantung. Buah ini menjadi hipoglikemik di alam dan kaya akan serat yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Selain itu, buah ini berukuran sedang bisa mencukupi 20 persen kebutuhan harian tubuh akan potasium. Penelitian juga menunjukkan rutin mengonsumsi potasium bisa menurunkan tekanan darah.
3. Mengobati diare
Tanaman jambu ini memiliki astringen, zat kimia yang akan menyusutkan jaringan tubuh. Ini sebabnya gusi akan terasa lebih keras dan segar setelah kita mengunyah jambu tersebut. Selain itu daun jambu tersebut juga mengandung zat antibakteri sehingga bisa mencegah pertumbuhan bakteri saat terkena disentri. Pembunuh bakteri lain dalam buah ini adalah karetinoid, vitamin C dan potasium.
4. Batuk dan flu
Daun jambu biji yang dimakan mentah atau buah yang masih mentah yang dibuat jus dipercaya secara turun temurun sebagai obat mengatasi batuk dan flu. Ramuan ini bekerja dengan cara mengurangi pembentukan lendir serta membuat saluran pernapasan bebas infeksi. Buah ini juga kaya akan vitamin C dan zat besi yang efektif untuk menghambat infeksi virus flu.
5. Merawat kulit
Kandungan astringet dalam jambu biji akan meningkatkan tekstur kulit dan mengencangkan kulit yang mulai kendur. Bukan hanya itu buah ini juga mengandung vitamin A, C dan potasium yang memiliki fungsi sebagai antioksidan. Nutrisi ini akan membantu proses detoksifikasi dan menjaga kulit tetap sehat serta bebas keriput.
6. Mencegah sembelit
Kandungan serat yang tinggi dalam jambu biji efektif untuk mencegah sembelit atau konstipasi. Buah jambu biji ukuran sedang mengandung 36 persen kebutuhan serat yang direkomendasikan. Selain itu biji buah ini juga menjadi laksatif yang ampuh yang berfungsi untuk membantu membersihkan sistem pembuangan usus.
7. Diabetes
Menurut penelitian yang dilakukan pada tikus, baik buah dan daun jambu biji bisa membantu menurunkan kadar gula darah.
8. Menurunkan berat badan
Buah ini memiliki komponen yang diperlukan untuk menurunkan berat badan, misalnya serat, protein dan vitamin. Buah ini juga membuat perut terasa lebih kenyang. Jambu yang berukuran sedang yang diasup saat makan siang sudah cukup untuk mengganjal perut sampai makan malam.
9. Sariawan perut
Vitamin C yang terkandung dalam jambu ini empat kali lebih tinggi dibanding dengan vitamin C yang terdapat dalam jeruk. Selain itu, buah ini juga menjadi obat yang ampuh untuk sariawan perut, penyakit yang ditandai dengan gusi bengkak dan berdarah.
10. Merawat gigi
Konsumsi jus jambu biji untuk merawat gusi, mengatasi gusi bengkak dan berdarah.