Tampilkan postingan dengan label penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penelitian. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2012

Buah Kiwi Padat Nutrisi

Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) kini dengan mudah dapat kita temui di supermarket kota-kota besar di Indonesia. Ciri khas kiwi adalah bentuknya agak oval dan warna kulitnya coklat berbulu sehingga tampak eksotik.

Buah Kiwi terbukti paling tinggi kandungan nutrisinya. Di balik kulit coklatnya yang berbulu, dan daging buahnya yang berwarna hijau itu memiliki kemampuan mencegah kanker.

Keunggulan buah ini terletak pada tekstur yang lembut, rasanya lezat, serta aromanya yang khas dan segar. Komposisi kimianya terdiri dari unsur-unsur gizi dan non-gizi, sangat penting bagi kesehatan.
Rendah Energi
Kandungan lemak dan energi Buah Kiwi cukup rendah sehingga buah ini merupakan salah satu buah yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang melakukan diet rendah kalori.
Kandungan energi dalam setiap 100 gram Buah Kiwi hanya 61 Kkal, atau kurang dari 40 persen jumlah energi yang terdapat pada buah pisang. Kandungan energi Buah Kiwi lebih rendah dibandingkan jeruk, orange, dan anggur, tapi sedikit lebih tinggi dibandingkan lemon, strawberi, belewah, dan pepaya.

Sebuah publikasi yang dimuat di Journal of the American College of Nutrition menunjukkan bahwa dari 27 jenis buah yang umum dikonsumsi, ternyata Buah Kiwi memiliki kepadatan nutrisi (nutrient density) paling tinggi.

Penelitian ini dilakukan oleh Dr Paul LaChance, direktur The Nutraceuticals Insitute yang juga profesor di Universitas Rutgers, Amerika Serikat.
Ukuran kepadatan nutrisi sangat umum dipakai oleh para ahli diet untuk mengukur nilai gizi bahan makanan tertentu, dibandingkan bahan makanan lain dalam porsi yang sama. Semakin tinggi kepadatan nutrisi suatu bahan makanan, semakin baik mutu bahan tersebut.
Buah Kiwi merupakan sumber asam amino arginin dan glutamat. Arginin merupakan asam amino yang bersifat vasodilator (penurun tekanan darah) dan membantu meningkatkan aliran darah. Sebagai vasodilator, arginin juga digunakan untuk mengobati gejala impotensi. Asam amino yang sama juga mencegah terjadinya plak pada dinding arteri, khususnya pada pasien angioplasty (bedah plastik pembuluh darah).
Vitamin Lengkap
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Buah Kiwi mengandung vitamin C 17 kali lebih banyak dibandingkan buah apel, dua kali lebih banyak dibandingkan jeruk, dan juga lebih banyak dibandingkan lemon.
Kandungan vitamin E pada Buah Kiwi dua kali lipat lebih banyak dibandingkan alpukat. Selain itu, buah kiwi juga mengandung vitamin B1, B2, B6, asam folat, niasin, vitamin A, dan asam pantotenat dalam jumlah yang cukup berarti.
Vitamin C dan vitamin E telah diketahui peranannya sebagai antioksidan alami yang berperan penting untuk menangkal serangan radikal bebas, penyebab penuaan sel dan pemicu timbulnya berbagai penyakit. Radikal bebas adalah atom atau molekul yang memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan sehingga bebas berikatan dengan berbagai sel dan jaringan, serta menjadi pemicu kanker, sakit jantung, dan proses penuaan dini.
Vitamin C membantu mempertahankan kondisi tubuh terhadap flu dan selesma (meningkatkan sistem kekebalan tubuh), mengurangi tingkat stres dan membantu proses penyembuhan. Vitamin ini juga berperanan penting dalam memelihara kesehatan sel-sel kulit sehingga tetap tampak bersih, berseri dan sehat.
Seperti halnya vitamin C, vitamin E juga berperan menjaga kesehatan sel-sel tubuh, memperlambat efek penuaan dan memelihara sel-sel kulit agar tetap muda, meningkatkan kesuburan, serta mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
Selain vitamin C dan E, jenis antioksidan lain yang ada dalam Buah Kiwi, gizi, nutrient density, tekstur, kalori, penelitian, journal of the american college of nutrition, lezat adalah senyawa fitokimia tertentu, seperti karoten, lutein, xanthophyll, flavonoid, dan lain-lain. Kapasitas antioksidan kiwi terhadap senyawa radikal bebas menempati posisi ketiga tertinggi setelah orange dan anggur merah.
Tinggi Mineral
Sebagaimana buah lainnya, Buah Kiwi adalah sumber mineral yang sangat diperlukan untuk mempertahankan stamina. Buah Kiwi mengandung elektrolit (mineral) yang sangat penting untuk pergantian kehilangan elektrolit tubuh akibat keluarnya keringat selama kerja keras, olahraga, atau cuaca panas.
Mineral utama yang terkandung dalam Buah Kiwi adalah kalium (potasium), magnesium, kalsium, tembaga, seng, mangan, dan fosfor. Kandungan kalium pada Buah Kiwi adalah 5,4 mg/kalori, lebih tinggi dibandingkan pisang (4,2 mg/kalori), dan sedikit lebih rendah dibandingkan pepaya (6,6 mg/kalori) dan apricot (6,2 mg/kalori).
Kalium penting untuk menjaga fungsi otot dan gerak reflek sistem saraf. Kalium juga berperan menjaga keseimbangan air di dalam tubuh. Itu sebabnya para olahragawan dan pekerja berat sangat dianjurkan mengonsumsi cukup kalium.
Kalium juga diyakini sebagai mineral penurun tekanan darah tinggi. Di lain pihak, kiwi hampir tidak mengandung unsur natrium, yang oleh sebagian peneliti diakui sebagai pemicu terjadinya tekanan darah tinggi.
Dari 27 jenis buah yang umum dikonsumsi di Amerika, Buah Kiwilah yang paling tinggi kadar magnesiumnya. Rendahnya konsumsi magnesium dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung, infark miokard, dan hipertensi.
Sumber : buah kiwi padat nutrisi

Alien / Mahluk Planet Lain Apakah Sungguh Ada?

Alien Dan Keberadaannya

Cerita tentang keberadaan alien selalu membangkitkan rasa ingin tahu. Mulai dari pengakuan banyak orang melihat piring terbang atau alien, analisa arkeolog yang bingung dengan penemuan dari masa lalu yang melampaui ‘kecerdasan’ di jamannya, hingga akhirnya observasi ke planet dan bintang yang jauh.
Secara logika, cukup beralasan kalau mahluk asing atau alien kemungkinan besar ada. Tinggal menunggu, apakah sains bisa menjawab? Dan, faktor apa saja yang mendukung keberadaan alien dari planet yang jauh? Ini alasannya:

Seratus Juta Galaksi

Mungkin ada 100.000.000 galaksi di alam semesata kita, karena diperkirakan ada 50 milyar galaksi yang terlihat dengan teleskop modern. Setiap galaksi harus memiliki sejumlah bintang di dalamnya, sebanyak ratusan miliar. Sekarang kita semua tahu bahwa bintang-bintang memiliki sistem planet, karena kehadiran bintang yang tertangkap teleskop pasti mendeteksi keberadaan planet-planet di dekatnya
Sekarang, jika galaksi yang ada, dan setiap galaksi memiliki planet di dalamnya, maka ada kemungkinan planet untuk memiliki air atau beberapa bentuk kehidupan di atasnya (meskipun hanya sejenis organisme kecil). Astrofisikawan terus mencari kehidupan di planet lain.
Bermilyar Bintang
Meskipun mungkin tidak ada bukti yang pasti kehidupan di planet-planet selain Bumi, namun alam semesta kita terdiri dari triliunan bintang. Dan penelitian menunjukkan bahwa beberapa tahun terakhir setidaknya 50 persen dari bintang-bintang yang ada menunjukkan keberadaan planet di dekatnya.
Ada air di beberapa planet
Kita semua tahu pentingnya air bagi kehidupan. Nah, ternyata penelitian menemukan ada kelimpahan air dalam sistem surya kita. Misalnya, fakta membuktikan bahwa air mungkin mengalir di bawah shell Mars.
Kemudian pada Europa (bulan Jupiter) memiliki jejak samudera cair di atasnya. Bahkan Venus, sebagian peneliti percaya mungkin memiliki sedikit air di atmosfernya. Sehingga cukup banyak menjadi bukti kemungkinan adanya kehidupan asing.
Air di planet Mars Foto : Telegraph.co.uk
Ditemukan kehidupan di planet lain
Para ilmuwan telah menemukan kehidupan di setiap bagian dari bumi. Apakah alien ditemukan di bawah, gelap dan dingin kedalaman lautan; tersembunyi di bawah es Antartika, atau di gurun kering seperti Gurun Atacama.
Sekeras apa pun kondisi alam, ternyata masih ada kehidupan. Kemungkinan yang sama juga dipegang teguh oleh ilmuwan, bahwa kerasnya alam di Mars atau Venus, masih mungkin ada bakteri yang hidup di sana. Penemuan-penemuan ini telah memungkinkan para ilmuwan untuk kembali meyakini ada kehidupan luar angkasa.
Banyak orang melihat UFO
Setidaknya 100.000 penampakan UFO / alien telah diakui oleh banyak orang selama 50 tahun terakhir. Sekitar 7% dari orang di dunia kita mengklaim telah melihat UFO dan bahkan alien.
Bahkan juru bicara militer juga yakin telah melihat alien. Menurut banyak orang yang mengamati benda-benda langit untuk mencari tanda-tanda kehidupan, mereka masih mengaku percaya pada asumsi yang berlaku tentang kemungkinan peradaban asing dan alien yang ada.
sumber : Alien / Mahluk Planet Lain Apakah Sungguh Ada?

Kamis, 09 Februari 2012

Jahe Dapat Mengurangi Risiko Kanker Kolorektal

Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman obat asli Asia dari rumpun batang semu. Manfaat Jahe yang sangat baik bagi kesehatan membuat tanaman ini terkenal hingga ke India, Jamaika, Australia, Cina, dan hampir di seluruh penjuru dunia.

Selain sebagai campuran bumbu untuk masakan dan berkhasiat untuk menghangatkan tubuh, Di balik rasanya yang pedas, Jahe banyak mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia.

Jahe bisa mengurangi peradangan usus dan membantu mengurangi risiko kanker kolorektal, menurut sebuah studi baru. Para peneliti menemukan bahwa peserta studi yang mengonsumsi suplemen Jahe mengalami penurunan 28 persen dalam satu ukuran peradangan kolorektal jika dibandingkan dengan mereka yang meminum plasebo.

Penelitian ini juga telah menunjukkan bahwa orang dengan tingkat peradangan pada dubur yang lebih tinggi lebih mungkin untuk mengembangkan lesi yang dapat berkembang menjadi kanker.
Namun, para peneliti mencatat bahwa studi ini masil berskala kecil karena hanya melibatkan 30 peserta. Maka itu, penelitian lebih lanjut diperlukan guna mengetahui manfat Jahe pada risiko kanker. “Tapi hasil ini terlihat menjanjikan,” kata Patricia Thompson, seorang profesor kedokteran seluler dan molekuler di University of Arizona Cancer Center, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, seperti dikutip dari Fox News.
Sementara itu, Suzanna Zick, asisten peneliti dari University of Michigan Medical School mengatakan bahwa diperlukan percobaan yang lebih besar untuk menguatkan temuan studinya dan menjawab sejumlah pertanyaan.
Secara khusus, penelitian di masa depan diperlukan untuk mengetahui bagaimana Jahe dapat mengurangi kadar PGE2 pada dubur. Jika Jahe mampu bertindak untuk mengurangi peradangan dengan cara yang sama seperti halnya obat COX-2 inhibitor, berarti juga dapat berbagi manfaat dalam menemukan obat bagi mereka yang berisiko tinggi mengidap penyakit kardiovaskular.
“Kami juga tidak tahu berapa banyak Jahe yang dibutuhkan seseorang untuk mengurangi risiko kanker mereka,” Dalam studi tersebut, para peneliti merekomendasikan 2 gram ekstrak Jahe yang setara dengan sekitar 20 gram Jahe mentah karena uji coba terakhir menunjukkan bahwa dosis itu paling sesuai untuk orang sehat. Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal Cancer Prevention Research.
Sumber : jahe dapat mengurangi risiko kanker kolorektal

Jumat, 03 Februari 2012

Berjalan Sambil SMS-an Turunkan Daya Ingat


Berjalan sambil menelpon mengirim sms, e-mail, bahkan chatting pemandangan yang seperti ini sudah sering kita lihat karena teknologi dan gadget sekarang ini sudah menjadi gaya hidup masyarakat urban. Bila Anda termasuk orang yang terbiasa melakukan hal ini, pikirkan lagi. Sebuah penelitian terbaru dari Stony Brook University mengungkapkan bahwa berjalan sambil mengirim SMS, chatting, atau menelepon, bisa membahayakan postur tubuh, bahkan bisa mengganggu daya ingat seseorang.
Para ilmuwan ini mengungkapkan, lebih dari 30 persen perempuan dan laki-laki berusia 20 tahunan mengalami masalah ini karena sering menggunakan ponsel sembari berjalan. Pada tahap awal pengujian, para peneliti menilai kemampuan peserta untuk berjalan. Setiap peserta diperintahkan untuk berjalan pada kecepatan yang wajar, lalu berhenti. Mereka harus mengulangi tugas ini sebanyak tiga kali. Jumlah waktu dan posisi terakhir peserta yang berhenti inilah yang menjadi penilaian para peneliti.

Berjalan sambil smsan dapat mengurangi  signifikan dalam kecepatan berjalan dan penurunan memori dipengaruhi oleh penggunaan ponsel dan SMS, dimana kita menjadi tidak fokus pada suatu kegiatan dan memecah ingatan kita.

Pengujian lalu dilakukan satu minggu kemudian terhadap orang yang sama, namun sambil melakukan kegiatan menelepon, atau mengetik SMS dan chatting. Setelah diteliti, ternyata mereka hanya mampu menyelesaikan sepertiga dari tugas yang sudah dilakukan sebelumnya. Sebanyak (kurang lebih) satu sepertiga orang menyelesaikan tugas sambil menelepon, sepertiga menyelesaikan tugas sambil mengirim SMS.

“Kami terkejut bahwa menelepon dan mengirim SMS sambil berjalan bisa mengganggu kinerja seseorang dalam mengingat memori serta lokasi,” ungkap Eric M Lamberg, PT, EdD, profesor klinis dari Departement of Physical Therapy, School of Health Tecnology and Management, Stony Brook University.

Para ilmuwan lantas menyimpulkan bahwa peserta yang mengirim SMS saat berjalan, maupun yang menelepon sambil berjalan, bisa menurunkan kecepatan berjalan sebesar masing-masing 33 dan 16 persen. Peserta yang mengirim SMS sambil berjalan juga menunjukkan penyimpangan jarak tempuh. Lamberg mengatakan bahwa pengurangan yang signifikan dalam kecepatan berjalan dan penurunan memori dipengaruhi oleh penggunaan ponsel dan SMS, dimana kita menjadi tidak fokus pada suatu kegiatan dan memecah ingatan kita.
sumber : Berjalan Sambil SMS-an Turunkan Daya Ingat

Kamis, 26 Januari 2012

Alien / Mahluk Planet Lain Apakah Sungguh Ada?

Alien Dan Keberadaannya

Cerita tentang keberadaan alien selalu membangkitkan rasa ingin tahu. Mulai dari pengakuan banyak orang melihat piring terbang atau alien, analisa arkeolog yang bingung dengan penemuan dari masa lalu yang melampaui ‘kecerdasan’ di jamannya, hingga akhirnya observasi ke planet dan bintang yang jauh.
Secara logika, cukup beralasan kalau mahluk asing atau alien kemungkinan besar ada. Tinggal menunggu, apakah sains bisa menjawab? Dan, faktor apa saja yang mendukung keberadaan alien dari planet yang jauh? Ini alasannya:

Seratus Juta Galaksi

Mungkin ada 100.000.000 galaksi di alam semesata kita, karena diperkirakan ada 50 milyar galaksi yang terlihat dengan teleskop modern. Setiap galaksi harus memiliki sejumlah bintang di dalamnya, sebanyak ratusan miliar. Sekarang kita semua tahu bahwa bintang-bintang memiliki sistem planet, karena kehadiran bintang yang tertangkap teleskop pasti mendeteksi keberadaan planet-planet di dekatnya
Sekarang, jika galaksi yang ada, dan setiap galaksi memiliki planet di dalamnya, maka ada kemungkinan planet untuk memiliki air atau beberapa bentuk kehidupan di atasnya (meskipun hanya sejenis organisme kecil). Astrofisikawan terus mencari kehidupan di planet lain.
Bermilyar Bintang
Meskipun mungkin tidak ada bukti yang pasti kehidupan di planet-planet selain Bumi, namun alam semesta kita terdiri dari triliunan bintang. Dan penelitian menunjukkan bahwa beberapa tahun terakhir setidaknya 50 persen dari bintang-bintang yang ada menunjukkan keberadaan planet di dekatnya.
Ada air di beberapa planet
Kita semua tahu pentingnya air bagi kehidupan. Nah, ternyata penelitian menemukan ada kelimpahan air dalam sistem surya kita. Misalnya, fakta membuktikan bahwa air mungkin mengalir di bawah shell Mars.
Kemudian pada Europa (bulan Jupiter) memiliki jejak samudera cair di atasnya. Bahkan Venus, sebagian peneliti percaya mungkin memiliki sedikit air di atmosfernya. Sehingga cukup banyak menjadi bukti kemungkinan adanya kehidupan asing.
Air di planet Mars Foto : Telegraph.co.uk
Ditemukan kehidupan di planet lain
Para ilmuwan telah menemukan kehidupan di setiap bagian dari bumi. Apakah alien ditemukan di bawah, gelap dan dingin kedalaman lautan; tersembunyi di bawah es Antartika, atau di gurun kering seperti Gurun Atacama.
Sekeras apa pun kondisi alam, ternyata masih ada kehidupan. Kemungkinan yang sama juga dipegang teguh oleh ilmuwan, bahwa kerasnya alam di Mars atau Venus, masih mungkin ada bakteri yang hidup di sana. Penemuan-penemuan ini telah memungkinkan para ilmuwan untuk kembali meyakini ada kehidupan luar angkasa.
Banyak orang melihat UFO
Setidaknya 100.000 penampakan UFO / alien telah diakui oleh banyak orang selama 50 tahun terakhir. Sekitar 7% dari orang di dunia kita mengklaim telah melihat UFO dan bahkan alien.
Bahkan juru bicara militer juga yakin telah melihat alien. Menurut banyak orang yang mengamati benda-benda langit untuk mencari tanda-tanda kehidupan, mereka masih mengaku percaya pada asumsi yang berlaku tentang kemungkinan peradaban asing dan alien yang ada.
sumber : http://artinya.info/2011/11/apakah-mahluk-planet-lain-sungguh-ada.html

Selasa, 13 Desember 2011

Spons Pencuci Piring Bisa Membawa Penyakit

Spons cuci piring termasuk dalam gudang kuman yang bisa menularkan penyakit. Kebanyakan ibu rumah tangga sudah merasa cukup untuk mencuci spons pencuci piring dengan air setelah dipakai dan menggantinya dengan yang baru sebulan sekali.

Dalam sebuah studi mengenai kebersihan dapur di Singapura terungkap bahwa 88 persen Spons pencuci piring yang dites mengandung bakteri salmonella dan Escherichia coli (E.coli).
Pemakaian Spons berulang kali untuk membersihkan alat makan, bahkan mencuci sink (tempat cuci piring), menyebabkan Spons menjadi tempat yang nyaman bagi berkumpulnya kuman.
“Spons juga umumnya berada di lingkungan yang lembab dan basah karena semalaman direndam dalam cairan sabun. Ini adalah lingkungan yang kondusif bagi perkembangbiakan kuman,” kata Dr.Emily Cheah, ahli mikrobiologi.
Dalam penelitian yang dilakukannya, para peneliti membagikan Spons pencuci piring dan talenan baru kepada 25 rumah tangga untuk dipakai selama 7 hari. Kemudian setelah itu spons dan talenan tersebut dikumpulkan dan diperiksa.
Dalam studi yang dilakukan di bulan September 2011 itu ditemukan 72 persen rumah tangga menggunakan spons yang sama untuk mencuci piring dan membersihkan area tempat cuci piring dan talenan.
Menurut Cheah, kebiasaan tersebut akan meningkatkan risiko kontaminasi silang karena terjadi kontak dengan alat yang dipakai untuk menyiapkan daging.
Keberadaan bakteri ini sangat memungkinkan terjadinya kontaminasi pada perabot yang dicuci. Risiko kontaminasi meningkat jika alat makan dicampur dengan alat untuk mengolah daging, seperti pisau atau telenan. Kuman dari daging bisa menempel ke peralatan lain. Itu masih ditambah bakteri dari spon. Baiknya, pakai telenan yang berbeda dalam mengolah daging dan sayuran. Bahayanya, saat tubuh ikut terkontaminasi kuman, maka menimbulkan penyakit seiring dengan menurunkan kekebalan tubuh.
“Bila satu Spons dipakai untuk segala keperluan risiko kontaminasi bakteri akan meningkat. Ini beresiko tinggi pada orang yang kekebalannya rendah seperti anak-anak dan orang lanjut usia,” katanya.

Para ahli merekomendasikan agar Spons diganti setiap dua minggu sekali. Untuk mencegah kontaminasi bakteri yang berasal dari daging mentah, disarankan untuk menggunakan talenan yang berbeda dengan yang dipakai untuk mengolah sayuran atau makanan matang.

Selain mengganti secara berkala, dianjurkan juga untuk mengeringkan Spons di bawah sinar matahari atau dalam microwave setelah tidak dipakai lagi.

Kamis, 08 Desember 2011

Spons Pencuci Piring Bisa Membawa Penyakit

Spons cuci piring termasuk dalam gudang kuman yang bisa menularkan penyakit. Kebanyakan ibu rumah tangga sudah merasa cukup untuk mencuci spons pencuci piring dengan air setelah dipakai dan menggantinya dengan yang baru sebulan sekali.

Dalam sebuah studi mengenai kebersihan dapur di Singapura terungkap bahwa 88 persen Spons pencuci piring yang dites mengandung bakteri salmonella dan Escherichia coli (E.coli).
Pemakaian Spons berulang kali untuk membersihkan alat makan, bahkan mencuci sink (tempat cuci piring), menyebabkan Spons menjadi tempat yang nyaman bagi berkumpulnya kuman.
“Spons juga umumnya berada di lingkungan yang lembab dan basah karena semalaman direndam dalam cairan sabun. Ini adalah lingkungan yang kondusif bagi perkembangbiakan kuman,” kata Dr.Emily Cheah, ahli mikrobiologi.
Dalam penelitian yang dilakukannya, para peneliti membagikan Spons pencuci piring dan talenan baru kepada 25 rumah tangga untuk dipakai selama 7 hari. Kemudian setelah itu spons dan talenan tersebut dikumpulkan dan diperiksa.
Dalam studi yang dilakukan di bulan September 2011 itu ditemukan 72 persen rumah tangga menggunakan spons yang sama untuk mencuci piring dan membersihkan area tempat cuci piring dan talenan.
Menurut Cheah, kebiasaan tersebut akan meningkatkan risiko kontaminasi silang karena terjadi kontak dengan alat yang dipakai untuk menyiapkan daging.
Keberadaan bakteri ini sangat memungkinkan terjadinya kontaminasi pada perabot yang dicuci. Risiko kontaminasi meningkat jika alat makan dicampur dengan alat untuk mengolah daging, seperti pisau atau telenan. Kuman dari daging bisa menempel ke peralatan lain. Itu masih ditambah bakteri dari spon. Baiknya, pakai telenan yang berbeda dalam mengolah daging dan sayuran. Bahayanya, saat tubuh ikut terkontaminasi kuman, maka menimbulkan penyakit seiring dengan menurunkan kekebalan tubuh.
“Bila satu Spons dipakai untuk segala keperluan risiko kontaminasi bakteri akan meningkat. Ini beresiko tinggi pada orang yang kekebalannya rendah seperti anak-anak dan orang lanjut usia,” katanya.

Para ahli merekomendasikan agar Spons diganti setiap dua minggu sekali. Untuk mencegah kontaminasi bakteri yang berasal dari daging mentah, disarankan untuk menggunakan talenan yang berbeda dengan yang dipakai untuk mengolah sayuran atau makanan matang.

Selain mengganti secara berkala, dianjurkan juga untuk mengeringkan Spons di bawah sinar matahari atau dalam microwave setelah tidak dipakai lagi.
Sumber : spons pencuci piring bisa membawa penyakithttp://artinya.info/2011/11/spons-pencuci-piring-bisa-membawa-penyakit.html

Jahe Dapat Mengurangi Risiko Kanker Kolorektal

Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman obat asli Asia dari rumpun batang semu. Manfaat Jahe yang sangat baik bagi kesehatan membuat tanaman ini terkenal hingga ke India, Jamaika, Australia, Cina, dan hampir di seluruh penjuru dunia.

Selain sebagai campuran bumbu untuk masakan dan berkhasiat untuk menghangatkan tubuh, Di balik rasanya yang pedas, Jahe banyak mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia.

Jahe bisa mengurangi peradangan usus dan membantu mengurangi risiko kanker kolorektal, menurut sebuah studi baru. Para peneliti menemukan bahwa peserta studi yang mengonsumsi suplemen Jahe mengalami penurunan 28 persen dalam satu ukuran peradangan kolorektal jika dibandingkan dengan mereka yang meminum plasebo.

Penelitian ini juga telah menunjukkan bahwa orang dengan tingkat peradangan pada dubur yang lebih tinggi lebih mungkin untuk mengembangkan lesi yang dapat berkembang menjadi kanker.
Namun, para peneliti mencatat bahwa studi ini masil berskala kecil karena hanya melibatkan 30 peserta. Maka itu, penelitian lebih lanjut diperlukan guna mengetahui manfat Jahe pada risiko kanker. “Tapi hasil ini terlihat menjanjikan,” kata Patricia Thompson, seorang profesor kedokteran seluler dan molekuler di University of Arizona Cancer Center, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, seperti dikutip dari Fox News.
Sementara itu, Suzanna Zick, asisten peneliti dari University of Michigan Medical School mengatakan bahwa diperlukan percobaan yang lebih besar untuk menguatkan temuan studinya dan menjawab sejumlah pertanyaan.
Secara khusus, penelitian di masa depan diperlukan untuk mengetahui bagaimana Jahe dapat mengurangi kadar PGE2 pada dubur. Jika Jahe mampu bertindak untuk mengurangi peradangan dengan cara yang sama seperti halnya obat COX-2 inhibitor, berarti juga dapat berbagi manfaat dalam menemukan obat bagi mereka yang berisiko tinggi mengidap penyakit kardiovaskular.
“Kami juga tidak tahu berapa banyak Jahe yang dibutuhkan seseorang untuk mengurangi risiko kanker mereka,” Dalam studi tersebut, para peneliti merekomendasikan 2 gram ekstrak Jahe yang setara dengan sekitar 20 gram Jahe mentah karena uji coba terakhir menunjukkan bahwa dosis itu paling sesuai untuk orang sehat. Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal Cancer Prevention Research.
Sumber : jahe dapat mengurangi risiko kanker kolorektalhttp://artinya.info/2011/12/jahe-dapat-mengurangi-risiko-kanker-kolorektal.html

Buah Kiwi Padat Nutrisi

Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) kini dengan mudah dapat kita temui di supermarket kota-kota besar di Indonesia. Ciri khas kiwi adalah bentuknya agak oval dan warna kulitnya coklat berbulu sehingga tampak eksotik.

Buah Kiwi terbukti paling tinggi kandungan nutrisinya. Di balik kulit coklatnya yang berbulu, dan daging buahnya yang berwarna hijau itu memiliki kemampuan mencegah kanker.

Keunggulan buah ini terletak pada tekstur yang lembut, rasanya lezat, serta aromanya yang khas dan segar. Komposisi kimianya terdiri dari unsur-unsur gizi dan non-gizi, sangat penting bagi kesehatan.
Rendah Energi
Kandungan lemak dan energi Buah Kiwi cukup rendah sehingga buah ini merupakan salah satu buah yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang melakukan diet rendah kalori.
Kandungan energi dalam setiap 100 gram Buah Kiwi hanya 61 Kkal, atau kurang dari 40 persen jumlah energi yang terdapat pada buah pisang. Kandungan energi Buah Kiwi lebih rendah dibandingkan jeruk, orange, dan anggur, tapi sedikit lebih tinggi dibandingkan lemon, strawberi, belewah, dan pepaya.

Sebuah publikasi yang dimuat di Journal of the American College of Nutrition menunjukkan bahwa dari 27 jenis buah yang umum dikonsumsi, ternyata Buah Kiwi memiliki kepadatan nutrisi (nutrient density) paling tinggi.

Penelitian ini dilakukan oleh Dr Paul LaChance, direktur The Nutraceuticals Insitute yang juga profesor di Universitas Rutgers, Amerika Serikat.
Ukuran kepadatan nutrisi sangat umum dipakai oleh para ahli diet untuk mengukur nilai gizi bahan makanan tertentu, dibandingkan bahan makanan lain dalam porsi yang sama. Semakin tinggi kepadatan nutrisi suatu bahan makanan, semakin baik mutu bahan tersebut.
Buah Kiwi merupakan sumber asam amino arginin dan glutamat. Arginin merupakan asam amino yang bersifat vasodilator (penurun tekanan darah) dan membantu meningkatkan aliran darah. Sebagai vasodilator, arginin juga digunakan untuk mengobati gejala impotensi. Asam amino yang sama juga mencegah terjadinya plak pada dinding arteri, khususnya pada pasien angioplasty (bedah plastik pembuluh darah).
Vitamin Lengkap
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Buah Kiwi mengandung vitamin C 17 kali lebih banyak dibandingkan buah apel, dua kali lebih banyak dibandingkan jeruk, dan juga lebih banyak dibandingkan lemon.
Kandungan vitamin E pada Buah Kiwi dua kali lipat lebih banyak dibandingkan alpukat. Selain itu, buah kiwi juga mengandung vitamin B1, B2, B6, asam folat, niasin, vitamin A, dan asam pantotenat dalam jumlah yang cukup berarti.
Vitamin C dan vitamin E telah diketahui peranannya sebagai antioksidan alami yang berperan penting untuk menangkal serangan radikal bebas, penyebab penuaan sel dan pemicu timbulnya berbagai penyakit. Radikal bebas adalah atom atau molekul yang memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan sehingga bebas berikatan dengan berbagai sel dan jaringan, serta menjadi pemicu kanker, sakit jantung, dan proses penuaan dini.
Vitamin C membantu mempertahankan kondisi tubuh terhadap flu dan selesma (meningkatkan sistem kekebalan tubuh), mengurangi tingkat stres dan membantu proses penyembuhan. Vitamin ini juga berperanan penting dalam memelihara kesehatan sel-sel kulit sehingga tetap tampak bersih, berseri dan sehat.
Seperti halnya vitamin C, vitamin E juga berperan menjaga kesehatan sel-sel tubuh, memperlambat efek penuaan dan memelihara sel-sel kulit agar tetap muda, meningkatkan kesuburan, serta mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
Selain vitamin C dan E, jenis antioksidan lain yang ada dalam Buah Kiwi, gizi, nutrient density, tekstur, kalori, penelitian, journal of the american college of nutrition, lezat adalah senyawa fitokimia tertentu, seperti karoten, lutein, xanthophyll, flavonoid, dan lain-lain. Kapasitas antioksidan kiwi terhadap senyawa radikal bebas menempati posisi ketiga tertinggi setelah orange dan anggur merah.
Tinggi Mineral
Sebagaimana buah lainnya, Buah Kiwi adalah sumber mineral yang sangat diperlukan untuk mempertahankan stamina. Buah Kiwi mengandung elektrolit (mineral) yang sangat penting untuk pergantian kehilangan elektrolit tubuh akibat keluarnya keringat selama kerja keras, olahraga, atau cuaca panas.
Mineral utama yang terkandung dalam Buah Kiwi adalah kalium (potasium), magnesium, kalsium, tembaga, seng, mangan, dan fosfor. Kandungan kalium pada Buah Kiwi adalah 5,4 mg/kalori, lebih tinggi dibandingkan pisang (4,2 mg/kalori), dan sedikit lebih rendah dibandingkan pepaya (6,6 mg/kalori) dan apricot (6,2 mg/kalori).
Kalium penting untuk menjaga fungsi otot dan gerak reflek sistem saraf. Kalium juga berperan menjaga keseimbangan air di dalam tubuh. Itu sebabnya para olahragawan dan pekerja berat sangat dianjurkan mengonsumsi cukup kalium.
Kalium juga diyakini sebagai mineral penurun tekanan darah tinggi. Di lain pihak, kiwi hampir tidak mengandung unsur natrium, yang oleh sebagian peneliti diakui sebagai pemicu terjadinya tekanan darah tinggi.
Dari 27 jenis buah yang umum dikonsumsi di Amerika, Buah Kiwilah yang paling tinggi kadar magnesiumnya. Rendahnya konsumsi magnesium dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung, infark miokard, dan hipertensi.

Rabu, 07 Desember 2011

Alien / Mahluk Planet Lain Apakah Sungguh Ada?

Air di planet Mars Foto : Telegraph.co.uk
Ditemukan kehidupan di planet lain
Para ilmuwan telah menemukan kehidupan di setiap bagian dari bumi. Apakah alien ditemukan di bawah, gelap dan dingin kedalaman lautan; tersembunyi di bawah es Antartika, atau di gurun kering seperti Gurun Atacama.
Sekeras apa pun kondisi alam, ternyata masih ada kehidupan. Kemungkinan yang sama juga dipegang teguh oleh ilmuwan, bahwa kerasnya alam di Mars atau Venus, masih mungkin ada bakteri yang hidup di sana. Penemuan-penemuan ini telah memungkinkan para ilmuwan untuk kembali meyakini ada kehidupan luar angkasa.
Banyak orang melihat UFO
Setidaknya 100.000 penampakan UFO / alien telah diakui oleh banyak orang selama 50 tahun terakhir. Sekitar 7% dari orang di dunia kita mengklaim telah melihat UFO dan bahkan alien.
Bahkan juru bicara militer juga yakin telah melihat alien. Menurut banyak orang yang mengamati benda-benda langit untuk mencari tanda-tanda kehidupan, mereka masih mengaku percaya pada asumsi yang berlaku tentang kemungkinan peradaban asing dan alien yang ada.
sumber : http://bit.ly/vvSUURhttp://artinya.info/2011/11/apakah-mahluk-planet-lain-sungguh-ada.html