Tampilkan postingan dengan label kalori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalori. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2012

Buah Kiwi Padat Nutrisi

Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) kini dengan mudah dapat kita temui di supermarket kota-kota besar di Indonesia. Ciri khas kiwi adalah bentuknya agak oval dan warna kulitnya coklat berbulu sehingga tampak eksotik.

Buah Kiwi terbukti paling tinggi kandungan nutrisinya. Di balik kulit coklatnya yang berbulu, dan daging buahnya yang berwarna hijau itu memiliki kemampuan mencegah kanker.

Keunggulan buah ini terletak pada tekstur yang lembut, rasanya lezat, serta aromanya yang khas dan segar. Komposisi kimianya terdiri dari unsur-unsur gizi dan non-gizi, sangat penting bagi kesehatan.
Rendah Energi
Kandungan lemak dan energi Buah Kiwi cukup rendah sehingga buah ini merupakan salah satu buah yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang melakukan diet rendah kalori.
Kandungan energi dalam setiap 100 gram Buah Kiwi hanya 61 Kkal, atau kurang dari 40 persen jumlah energi yang terdapat pada buah pisang. Kandungan energi Buah Kiwi lebih rendah dibandingkan jeruk, orange, dan anggur, tapi sedikit lebih tinggi dibandingkan lemon, strawberi, belewah, dan pepaya.

Sebuah publikasi yang dimuat di Journal of the American College of Nutrition menunjukkan bahwa dari 27 jenis buah yang umum dikonsumsi, ternyata Buah Kiwi memiliki kepadatan nutrisi (nutrient density) paling tinggi.

Penelitian ini dilakukan oleh Dr Paul LaChance, direktur The Nutraceuticals Insitute yang juga profesor di Universitas Rutgers, Amerika Serikat.
Ukuran kepadatan nutrisi sangat umum dipakai oleh para ahli diet untuk mengukur nilai gizi bahan makanan tertentu, dibandingkan bahan makanan lain dalam porsi yang sama. Semakin tinggi kepadatan nutrisi suatu bahan makanan, semakin baik mutu bahan tersebut.
Buah Kiwi merupakan sumber asam amino arginin dan glutamat. Arginin merupakan asam amino yang bersifat vasodilator (penurun tekanan darah) dan membantu meningkatkan aliran darah. Sebagai vasodilator, arginin juga digunakan untuk mengobati gejala impotensi. Asam amino yang sama juga mencegah terjadinya plak pada dinding arteri, khususnya pada pasien angioplasty (bedah plastik pembuluh darah).
Vitamin Lengkap
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Buah Kiwi mengandung vitamin C 17 kali lebih banyak dibandingkan buah apel, dua kali lebih banyak dibandingkan jeruk, dan juga lebih banyak dibandingkan lemon.
Kandungan vitamin E pada Buah Kiwi dua kali lipat lebih banyak dibandingkan alpukat. Selain itu, buah kiwi juga mengandung vitamin B1, B2, B6, asam folat, niasin, vitamin A, dan asam pantotenat dalam jumlah yang cukup berarti.
Vitamin C dan vitamin E telah diketahui peranannya sebagai antioksidan alami yang berperan penting untuk menangkal serangan radikal bebas, penyebab penuaan sel dan pemicu timbulnya berbagai penyakit. Radikal bebas adalah atom atau molekul yang memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan sehingga bebas berikatan dengan berbagai sel dan jaringan, serta menjadi pemicu kanker, sakit jantung, dan proses penuaan dini.
Vitamin C membantu mempertahankan kondisi tubuh terhadap flu dan selesma (meningkatkan sistem kekebalan tubuh), mengurangi tingkat stres dan membantu proses penyembuhan. Vitamin ini juga berperanan penting dalam memelihara kesehatan sel-sel kulit sehingga tetap tampak bersih, berseri dan sehat.
Seperti halnya vitamin C, vitamin E juga berperan menjaga kesehatan sel-sel tubuh, memperlambat efek penuaan dan memelihara sel-sel kulit agar tetap muda, meningkatkan kesuburan, serta mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
Selain vitamin C dan E, jenis antioksidan lain yang ada dalam Buah Kiwi, gizi, nutrient density, tekstur, kalori, penelitian, journal of the american college of nutrition, lezat adalah senyawa fitokimia tertentu, seperti karoten, lutein, xanthophyll, flavonoid, dan lain-lain. Kapasitas antioksidan kiwi terhadap senyawa radikal bebas menempati posisi ketiga tertinggi setelah orange dan anggur merah.
Tinggi Mineral
Sebagaimana buah lainnya, Buah Kiwi adalah sumber mineral yang sangat diperlukan untuk mempertahankan stamina. Buah Kiwi mengandung elektrolit (mineral) yang sangat penting untuk pergantian kehilangan elektrolit tubuh akibat keluarnya keringat selama kerja keras, olahraga, atau cuaca panas.
Mineral utama yang terkandung dalam Buah Kiwi adalah kalium (potasium), magnesium, kalsium, tembaga, seng, mangan, dan fosfor. Kandungan kalium pada Buah Kiwi adalah 5,4 mg/kalori, lebih tinggi dibandingkan pisang (4,2 mg/kalori), dan sedikit lebih rendah dibandingkan pepaya (6,6 mg/kalori) dan apricot (6,2 mg/kalori).
Kalium penting untuk menjaga fungsi otot dan gerak reflek sistem saraf. Kalium juga berperan menjaga keseimbangan air di dalam tubuh. Itu sebabnya para olahragawan dan pekerja berat sangat dianjurkan mengonsumsi cukup kalium.
Kalium juga diyakini sebagai mineral penurun tekanan darah tinggi. Di lain pihak, kiwi hampir tidak mengandung unsur natrium, yang oleh sebagian peneliti diakui sebagai pemicu terjadinya tekanan darah tinggi.
Dari 27 jenis buah yang umum dikonsumsi di Amerika, Buah Kiwilah yang paling tinggi kadar magnesiumnya. Rendahnya konsumsi magnesium dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung, infark miokard, dan hipertensi.
Sumber : buah kiwi padat nutrisi

Rabu, 08 Februari 2012

Makan Terlalu Cepat Dapat Berdampak Buruk

Makan terlalu cepat tak hanya bisa membuat Anda lebih mungkin untuk gemuk, tapi juga membahayakan pencernaan. Itulah temuan terbaru sebuah studi di Selandia Baru.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Dietetic Association, para peneliti menemukan bahwa perempuan berusia 40-50 tahun yang Makan terlalu cepat lebih cenderung menjadi gemuk daripada mereka yang Makan lambat.
Sementara itu, Osaka University telah memantau kebiasaan Makan dari 3.000 orang dan menemukan laki-laki yang cepat Makan 84 persen lebih mungkin kelebihan berat badan, sedangkan perempuan dua kali lipatnya.
Makan terlalu cepat akan mengesampingkan mekanisme yang memberi tahu otak bahwa kita kenyang, ungkap Ian McDonald, profesor fisiologi metabolik di Universitas Nottingham. “Syaraf mengirimkan sinyal ke otak bahwa perut melebar,” katanya.
“Pada saat yang sama, hormon ghrelin yang diproduksi ketika perut Anda kosong untuk memicu pesan kelaparan mulai menurun. Ini memakan waktu sekitar 20 menit setelah Anda mulai makan untuk memberi pesan agar berhenti makan dalam mencapai otak. Sederhananya, makan terlalu cepat cenderung membuat perut berlimpahan makanan karena makan berlebihan.”
Ia melanjutkan, “Banyak orang yang terbiasa makan cepat saat anak-anak dan kebiasaan itu terbawa sampai dewasa.”
Tidak hanya itu, makan terlalu cepat juga bisa meningkatkan risiko asam refluks, kata peneliti di Universitas Kedokteran Carolina Selatan.

Studi mereka menunjukkan bahwa Makan makanan 690 kalori dalam lima menit jika dibandingkan dengan 30 menit berisiko lebih memicu asam refluks hingga 50 persen. Itu karena saluran pencernaan kelebihan beban disebabkan gumpalan makanan yang lebih besar sehingga memicu kelebihan asam lambung.

Selama beberapa bulan, penderita dapat mengembangkan penyakit refluks gastroesophagul terkait dengan masalah yang lebih serius termasuk penyempitan kerongkongan dan pendarahan.
Oleh karena itu, disarankan, untuk mengunyah makanan dengan benar. “Anda harus menghabiskan setidaknya 20 menit selama makan,” kata Dr Forecast. Ia juga menyarakan agar kita berdiri untuk mengukur seberapa kenyang tubuh kita. “Jika Anda merasa nyaman dan perut tak terasa penuh saat berdiri, Anda sudah cukup makan.” tuturnya.
Sumber : makan terlalu cepat dapat berdampak buruk

Jumat, 06 Januari 2012

Makan Terlalu Cepat Dapat Berdampak Buruk


Makan terlalu cepat tak hanya bisa membuat Anda lebih mungkin untuk gemuk, tapi juga membahayakan pencernaan. Itulah temuan terbaru sebuah studi di Selandia Baru.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Dietetic Association, para peneliti menemukan bahwa perempuan berusia 40-50 tahun yang Makan terlalu cepat lebih cenderung menjadi gemuk daripada mereka yang Makan lambat.
Sementara itu, Osaka University telah memantau kebiasaan Makan dari 3.000 orang dan menemukan laki-laki yang cepat Makan 84 persen lebih mungkin kelebihan berat badan, sedangkan perempuan dua kali lipatnya.
Makan terlalu cepat akan mengesampingkan mekanisme yang memberi tahu otak bahwa kita kenyang, ungkap Ian McDonald, profesor fisiologi metabolik di Universitas Nottingham. “Syaraf mengirimkan sinyal ke otak bahwa perut melebar,” katanya.
“Pada saat yang sama, hormon ghrelin yang diproduksi ketika perut Anda kosong untuk memicu pesan kelaparan mulai menurun. Ini memakan waktu sekitar 20 menit setelah Anda mulai makan untuk memberi pesan agar berhenti makan dalam mencapai otak. Sederhananya, makan terlalu cepat cenderung membuat perut berlimpahan makanan karena makan berlebihan.”
Ia melanjutkan, “Banyak orang yang terbiasa makan cepat saat anak-anak dan kebiasaan itu terbawa sampai dewasa.”
Tidak hanya itu, makan terlalu cepat juga bisa meningkatkan risiko asam refluks, kata peneliti di Universitas Kedokteran Carolina Selatan.

Studi mereka menunjukkan bahwa Makan makanan 690 kalori dalam lima menit jika dibandingkan dengan 30 menit berisiko lebih memicu asam refluks hingga 50 persen. Itu karena saluran pencernaan kelebihan beban disebabkan gumpalan makanan yang lebih besar sehingga memicu kelebihan asam lambung.

Selama beberapa bulan, penderita dapat mengembangkan penyakit refluks gastroesophagul terkait dengan masalah yang lebih serius termasuk penyempitan kerongkongan dan pendarahan.
Oleh karena itu, disarankan, untuk mengunyah makanan dengan benar. “Anda harus menghabiskan setidaknya 20 menit selama makan,” kata Dr Forecast. Ia juga menyarakan agar kita berdiri untuk mengukur seberapa kenyang tubuh kita. “Jika Anda merasa nyaman dan perut tak terasa penuh saat berdiri, Anda sudah cukup makan.” tuturnya.

Senin, 12 Desember 2011

Makan Terlalu Cepat Dapat Berdampak Buruk

Makan terlalu cepat tak hanya bisa membuat Anda lebih mungkin untuk gemuk, tapi juga membahayakan pencernaan. Itulah temuan terbaru sebuah studi di Selandia Baru.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Dietetic Association, para peneliti menemukan bahwa perempuan berusia 40-50 tahun yang Makan terlalu cepat lebih cenderung menjadi gemuk daripada mereka yang Makan lambat.
Sementara itu, Osaka University telah memantau kebiasaan Makan dari 3.000 orang dan menemukan laki-laki yang cepat Makan 84 persen lebih mungkin kelebihan berat badan, sedangkan perempuan dua kali lipatnya.
Makan terlalu cepat akan mengesampingkan mekanisme yang memberi tahu otak bahwa kita kenyang, ungkap Ian McDonald, profesor fisiologi metabolik di Universitas Nottingham. “Syaraf mengirimkan sinyal ke otak bahwa perut melebar,” katanya.
“Pada saat yang sama, hormon ghrelin yang diproduksi ketika perut Anda kosong untuk memicu pesan kelaparan mulai menurun. Ini memakan waktu sekitar 20 menit setelah Anda mulai makan untuk memberi pesan agar berhenti makan dalam mencapai otak. Sederhananya, makan terlalu cepat cenderung membuat perut berlimpahan makanan karena makan berlebihan.”
Ia melanjutkan, “Banyak orang yang terbiasa makan cepat saat anak-anak dan kebiasaan itu terbawa sampai dewasa.”
Tidak hanya itu, makan terlalu cepat juga bisa meningkatkan risiko asam refluks, kata peneliti di Universitas Kedokteran Carolina Selatan.

Studi mereka menunjukkan bahwa Makan makanan 690 kalori dalam lima menit jika dibandingkan dengan 30 menit berisiko lebih memicu asam refluks hingga 50 persen. Itu karena saluran pencernaan kelebihan beban disebabkan gumpalan makanan yang lebih besar sehingga memicu kelebihan asam lambung.

Selama beberapa bulan, penderita dapat mengembangkan penyakit refluks gastroesophagul terkait dengan masalah yang lebih serius termasuk penyempitan kerongkongan dan pendarahan.
Oleh karena itu, disarankan, untuk mengunyah makanan dengan benar. “Anda harus menghabiskan setidaknya 20 menit selama makan,” kata Dr Forecast. Ia juga menyarakan agar kita berdiri untuk mengukur seberapa kenyang tubuh kita. “Jika Anda merasa nyaman dan perut tak terasa penuh saat berdiri, Anda sudah cukup makan.” tuturnya.
Sumber : makan terlalu cepat dapat berdampak buruk

Keripik Juga Bikin gemuk

Keripik ternyata menjadi salah satu penyebab kegemukan yang wajib diwaspadai, jauh lebih besar daripada soda, permen, atau es krim. Makanan ringan ini mengandung kalori yang cukup tinggi.

Keripik memang enak dan memiliki tekstur yang menarik. Orang juga tidak puas hanya makan satu atau dua keripik, tetapi satu kantong,” kata Dr F Xavier Pi-Sunyer dari St Luke-Roosevelt Hospital Center, New York, Amerika Serikat.
Dalam riset terbaru ini disebutkan bahwa pilihan dan kebiasaan makan menjadi penyebab utama kegemukan.
“Tidak ada cara mudah untuk mendapatkan berat badan ideal. Olahraga dan pengaturan pola makan wajib diperhatikan, tetapi pola makan jelas paling berpengaruh,” kata Dr Frank Hu.
Tim peneliti menganalisa pola makan dan gaya hidup 120.877 orang dari tiga penelitian jangka panjang. Seluruh responden adalah petugas kesehatan dan tidak kegemukan ketika penelitian dimulai. Berat badan para responden diukur setiap empat tahun selama dua dekade. Mereka juga mengisi kuesioner seputar pola makan. Secara umum para partisipan mengalami kenaikan berat badan 7,7 kilogram (kg) dalam 20 tahun.

Keripik kentang diketahui menjadi penyebab kegemukan. Setiap saji (15 keripik) mengandung 160 kalori dan akan menyebabkan penambahan berat badan 0,7 kg dalam empat tahun. Lebih besar jika dibandingkan dengan makanan manis dan dessert yang menyebabkan penambahan sekitar 0,4 kg.

Dari kelompok Keripik kentang, kentang goreng (french fries) adalah yang paling buruk dampaknya bagi pinggang dibandingkan dengan kentang rebus atau panggang. Setiap satu saji kentang goreng mengandung 500-600 kalori.
Sementara itu, kebiasaan minum soda akan menyebabkan peningkatan berat badan 0,4 kg setiap empat tahun.
Selain pola makan, penyebab kegemukan lainnya adalah gaya hidup pasif, seperti terlalu lama duduk di depan televisi, minum alkohol, serta kurang tidur.
Para ahli menjelaskan, apa yang kita makan dan kebiasaan kita dalam mengonsumsinya jauh lebih berpengaruh daripada olahraga dan rencana penurunan berat badan jangka panjang.
Kesimpulan tersebut dibuat berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli dari Harvard University dan dimuat dalam New England Journal of Medicine. Ini merupakan riset paling komprehensif mengenai efek makanan individu dan gaya hidup, seperti pola tidur dan kebiasaan mengkonsumsi Keripik dan merokok.
Kegemukan yang saat ini menjadi masalah di banyak negara menjadi masalah kesehatan yang mendapat perhatian serius. Kegemukan bukan hanya soal estetika, tetapi dipandang sebagai penyakit. Banyak orang yang berusaha mati-matian untuk menurunkan berat badannya, tetapi tidak menyadari apa yang membuat bobot mereka melonjak.
Sumber : keripik juga bikin gemuk

Kamis, 08 Desember 2011

Buah Kiwi Padat Nutrisi

Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) kini dengan mudah dapat kita temui di supermarket kota-kota besar di Indonesia. Ciri khas kiwi adalah bentuknya agak oval dan warna kulitnya coklat berbulu sehingga tampak eksotik.

Buah Kiwi terbukti paling tinggi kandungan nutrisinya. Di balik kulit coklatnya yang berbulu, dan daging buahnya yang berwarna hijau itu memiliki kemampuan mencegah kanker.

Keunggulan buah ini terletak pada tekstur yang lembut, rasanya lezat, serta aromanya yang khas dan segar. Komposisi kimianya terdiri dari unsur-unsur gizi dan non-gizi, sangat penting bagi kesehatan.
Rendah Energi
Kandungan lemak dan energi Buah Kiwi cukup rendah sehingga buah ini merupakan salah satu buah yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang melakukan diet rendah kalori.
Kandungan energi dalam setiap 100 gram Buah Kiwi hanya 61 Kkal, atau kurang dari 40 persen jumlah energi yang terdapat pada buah pisang. Kandungan energi Buah Kiwi lebih rendah dibandingkan jeruk, orange, dan anggur, tapi sedikit lebih tinggi dibandingkan lemon, strawberi, belewah, dan pepaya.

Sebuah publikasi yang dimuat di Journal of the American College of Nutrition menunjukkan bahwa dari 27 jenis buah yang umum dikonsumsi, ternyata Buah Kiwi memiliki kepadatan nutrisi (nutrient density) paling tinggi.

Penelitian ini dilakukan oleh Dr Paul LaChance, direktur The Nutraceuticals Insitute yang juga profesor di Universitas Rutgers, Amerika Serikat.
Ukuran kepadatan nutrisi sangat umum dipakai oleh para ahli diet untuk mengukur nilai gizi bahan makanan tertentu, dibandingkan bahan makanan lain dalam porsi yang sama. Semakin tinggi kepadatan nutrisi suatu bahan makanan, semakin baik mutu bahan tersebut.
Buah Kiwi merupakan sumber asam amino arginin dan glutamat. Arginin merupakan asam amino yang bersifat vasodilator (penurun tekanan darah) dan membantu meningkatkan aliran darah. Sebagai vasodilator, arginin juga digunakan untuk mengobati gejala impotensi. Asam amino yang sama juga mencegah terjadinya plak pada dinding arteri, khususnya pada pasien angioplasty (bedah plastik pembuluh darah).
Vitamin Lengkap
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Buah Kiwi mengandung vitamin C 17 kali lebih banyak dibandingkan buah apel, dua kali lebih banyak dibandingkan jeruk, dan juga lebih banyak dibandingkan lemon.
Kandungan vitamin E pada Buah Kiwi dua kali lipat lebih banyak dibandingkan alpukat. Selain itu, buah kiwi juga mengandung vitamin B1, B2, B6, asam folat, niasin, vitamin A, dan asam pantotenat dalam jumlah yang cukup berarti.
Vitamin C dan vitamin E telah diketahui peranannya sebagai antioksidan alami yang berperan penting untuk menangkal serangan radikal bebas, penyebab penuaan sel dan pemicu timbulnya berbagai penyakit. Radikal bebas adalah atom atau molekul yang memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan sehingga bebas berikatan dengan berbagai sel dan jaringan, serta menjadi pemicu kanker, sakit jantung, dan proses penuaan dini.
Vitamin C membantu mempertahankan kondisi tubuh terhadap flu dan selesma (meningkatkan sistem kekebalan tubuh), mengurangi tingkat stres dan membantu proses penyembuhan. Vitamin ini juga berperanan penting dalam memelihara kesehatan sel-sel kulit sehingga tetap tampak bersih, berseri dan sehat.
Seperti halnya vitamin C, vitamin E juga berperan menjaga kesehatan sel-sel tubuh, memperlambat efek penuaan dan memelihara sel-sel kulit agar tetap muda, meningkatkan kesuburan, serta mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
Selain vitamin C dan E, jenis antioksidan lain yang ada dalam Buah Kiwi, gizi, nutrient density, tekstur, kalori, penelitian, journal of the american college of nutrition, lezat adalah senyawa fitokimia tertentu, seperti karoten, lutein, xanthophyll, flavonoid, dan lain-lain. Kapasitas antioksidan kiwi terhadap senyawa radikal bebas menempati posisi ketiga tertinggi setelah orange dan anggur merah.
Tinggi Mineral
Sebagaimana buah lainnya, Buah Kiwi adalah sumber mineral yang sangat diperlukan untuk mempertahankan stamina. Buah Kiwi mengandung elektrolit (mineral) yang sangat penting untuk pergantian kehilangan elektrolit tubuh akibat keluarnya keringat selama kerja keras, olahraga, atau cuaca panas.
Mineral utama yang terkandung dalam Buah Kiwi adalah kalium (potasium), magnesium, kalsium, tembaga, seng, mangan, dan fosfor. Kandungan kalium pada Buah Kiwi adalah 5,4 mg/kalori, lebih tinggi dibandingkan pisang (4,2 mg/kalori), dan sedikit lebih rendah dibandingkan pepaya (6,6 mg/kalori) dan apricot (6,2 mg/kalori).
Kalium penting untuk menjaga fungsi otot dan gerak reflek sistem saraf. Kalium juga berperan menjaga keseimbangan air di dalam tubuh. Itu sebabnya para olahragawan dan pekerja berat sangat dianjurkan mengonsumsi cukup kalium.
Kalium juga diyakini sebagai mineral penurun tekanan darah tinggi. Di lain pihak, kiwi hampir tidak mengandung unsur natrium, yang oleh sebagian peneliti diakui sebagai pemicu terjadinya tekanan darah tinggi.
Dari 27 jenis buah yang umum dikonsumsi di Amerika, Buah Kiwilah yang paling tinggi kadar magnesiumnya. Rendahnya konsumsi magnesium dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung, infark miokard, dan hipertensi.