Tampilkan postingan dengan label dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dewasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2012

Jumlah Laki-laki Lebih Banyak Bisa Berbahaya


jumlah pria lebih banyak berbahayaPopulasi dunia akan mencapai 7 miliar akhir Oktober 2011 ini. Tapi rasio jumlah penduduk laki-laki dan perempuan saat ini saja sudah tidak ideal lagi karena populasi pria makin banyak. Negara yang punya penduduk pria banyak dianggap berbahaya dan dinilai menjadi ancaman bagi negara lain.
Para ahli memperingatkan bahwa rasio jenis kelamin yang timpang bisa menyulut munculnya masyarakat yang didominasi para lajang yang didorong oleh persaingan agresif untuk mencari pasangan, adu kekuatan berupa perang atau munculnya wisata seks.
Alam menyediakan suatu standar biologis perbandingan jenis kelamin yang kaku sebanyak 104-106 laki-laki untuk setiap 100 perempuan. Setiap perbedaan signifikan dari kisaran yang sempit hanya dapat dijelaskan oleh faktor-faktor yang abnormal.
Di India dan Vietnam rasio perbandingan perempuan dan laki-laki angkanya adalah sekitar 112 anak laki-laki untuk setiap 100 anak perempuan. Di China hampir 120 anak laki-laki untuk 100 anak perempuan dan di beberapa tempat bahkan ada yang lebih tinggi dari 130 anak laki-laki.
Dan kecenderungan ini makin menyebar. Di daerah Kaukasus Selatan seperti Azerbaijan, Georgia dan Armenia, rasio kelahirannya lebih dari 115 anak laki-laki untuk 100 anak perempuan dan tetap seperti demikian hingga ke barat, Serbia dan Bosnia.
Pakar populasi dari Prancis Christophe Guilmoto menyebutnya dengan istilah ‘maskulinisasi demografis yang mengkhawatirkan’. Konsekuensi fenomena ini di negara-negara seperti India dan China sebagai akibat dari aborsi masih belum jelas.
Tapi banyak ahli yang percaya bahwa kurangnya wanita dewasa yang dialami saat ini akan berdampak dalam pada 50 tahun ke depan sebagaimana dampak perubahan iklim.
Masalah kesadaran global itu bangkit kembali pada tahun 1990 lewat sebuah artikel pemenang Nobel ekonom India, Amartya Sen dengan judulnya yang terkenal ‘More Than 100 Million Women Are Missing’.
Dalam artikel itu dijelaskan bahwa rendahnya perbandingan wanita saat ini diakibatkan pilihan tradisional terhadap anak laki-laki, menurunnya kesuburan, dan yang paling penting adalah munculnya teknologi murah untuk menentukan jenis kelamin sebelum kelahiran.
Sebanyak setengah juta janin perempuan diperkirakan digugurkan setiap tahunnya di India, menurut sebuah studi oleh jurnal kesehatan Inggris, The Lancet. Hal ini juga dipicu oleh banyaknya orang tua di india lebih menginginkan anak laki-laki.
“Dulu, warga desa harus pergi ke kota untuk mendapatkan sonogram (USG). Sekarang, sonographer lah yang pergi ke desa-desa untuk melayani orang yang ingin melahirkan anak laki-laki,” kata Poonam Muttreja, direktur eksekutif yayasan non-profit Population Foundation di India seperti dikutip dari The Sydney Morning Herald, Jum’at (28/10/2011).
Bagaimana perubahan yang mungkin diwujudkan untuk mengatasi masalah ini masih hangat diperdebatkan. Beberapa orang memperkirakan terjadinya peningkatan poliandri dan wisata seks. Sementara lainnya memprediksi munculnya bencana akibat kelebihan laki-laki di masyarakat akan menyebabkan pembunuhan jenis kelamin, kekerasan, dan konflik dianggap sah-sah saja.
Ilmuwan politik Valerie Hudson dan Andrea den Boer, telah mengumumkan kekhawatiran ini beberapa tahun lalu. Mereka menulis bahwa negara-negara Asia dengan jumlah laki-laki yang terlalu banyak akan menimbulkan ancaman keamanan di negara Barat.
“Tingginya perbandingan jenis kelamin di masyarakat hanya bisa dikuasai oleh rezim otoriter yang mampu menekan kekerasan di dalam negeri dan mengekspornya ke luar negeri melalui penjajahan atau perang,” kata Hudson dan Boer.
Mara Hvistendahl, koresponden majalah Science dan penulis buku Unnatural Selection yang baru-baru diterbitkan, mengatakan bahwa kekhawatiran akan perang skala penuh tersebut tidaklah berdasar dan India tetap menjadi negara demokrasi yang berkembang, meskipun ketidakseimbangan gendernya teramat tinggi. Namun dia setuju dengan argumen yang mendasari.
“Secara historis, masyarakat di mana laki-laki yang melebihi jumlah wanita bukanlah tempat tinggal yang menyenangkan. Mereka sering kali tidak stabil dan melakukan kekerasan,” katanya.
Badan-badan PBB telah mengeluarkan peringatan serupa mengenai hubungan antara kelangkaan perempuan, peningkatan perdagangan seks dan perpindahan pernikahan. Sementara itu, beberapa solusi telah ditawarkan. Aborsi adalah ilegal di China dan India, namun para pejabat mengatakan bahwa hukum sangat sulit ditegakkan.
“Tidak ada senjata pamungkas. Di beberapa negara di Eropa Timur, orang benar-benar tidak menyadari apa yang sedang terjadi,” kata Guilmoto.
Dia yakin bahwa prioritas pertama adalah memastikan masalah ini benar-benar dipublikasikan, tidak hanya di negara berkembang saja. Negara-negara di maju di Eropa dan Amerika memang memiliki perbandingan jumlah perempuan yang lebih banyak dibanding laki-laki.
sumber: Jumlah Laki-laki Lebih Banyak Bisa Berbahaya

Jumat, 10 Februari 2012

Anak Berjiwa Entrepreneur, Didikan Sejak Kecil

Anak yang Memiliki jiwa entrepreneur akan  tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, mampu berpikir kreatif dan inovatif, serta lebih menghargai uang dan barang.

Tak mudah untuk memiliki mental seorang entrepreneur. Memiliki jiwa entrepreneur berarti mendorong adanya mental yang mandiri, kreatif, inovatif, bertanggung jawab, dan tak mudah menyerah seperti layaknya seorang wirausaha ketika memulai usahanya dari bawah. Alangkah baiknya jika sifat-sifat ini telah ditanamkan pada anak sejak dini, untuk membantu mereka sukses menjalani seluruh kehidupannya.
“Bagi saya entepreneur itu bukan sekadar seseorang yang berwirausaha, tapi lebih kepada sifat dan mental seseorang yang kreatif dan mandiri,” ungkap psikolog Tika Bisono kepada Kompas Female, saat acara SWOMA (Sekar Womenpreneur Award) di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Orang dewasa saja belum tentu memiliki sifat entrepreneur karena berbagai alasan. Maka tak ada salahnya mendidik anak-anak sejak kecil untuk menerapkan sifat-sifat tersebut dalam hidup sehari-hari. “Sebaiknya dilatih sejak anak usia TK, karena dalam tahap ini otak mereka lebih cepat menyerap informasi dan meniru semua perbuatan orangtuanya karena rasa ingin tahunya yang besar,” tukasnya.
Memiliki jiwa entrepreneur akan membuat anak tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, mampu berpikir kreatif dan inovatif, serta lebih menghargai uang dan barang. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mendidik anak agar punya jiwa entrepreneur ini, salah satunya adalah mengenalkan uang pada anak sejak dini.
“Salah jika ada yang berpikiran untuk menunggu sampai anak besar baru dikenalkan pada uang. Justru kenalkan anak nilai dan nominal uang sejak kecil, agar mereka bisa tahu bahwa untuk mendapatkan uang butuh perjuangan. Namun yang harus diperhatikan adalah cara yang digunakan haruslah sesuai dengan usia si anak,” beber Tika lagi.
Orangtua bisa memberi contoh kepada anak untuk menabung, atau mengajak anak berbelanja dan mengenalkannya dengan harga-harga. Menurut Tika ketika anak-anak sudah kenal uang dan perjuangan untuk mencari uang, mereka akan lebih berhati-hati ketika meminta sesuatu pada orangtuanya.
Selain itu, biasakan juga untuk mengajarkan anak menabung uang sakunya sendiri. Hal ini bertujuan untuk membiasakan anak hidup hemat. Sifat hidup hemat yang ditanamkan sejak kecil akan berdampak baik sampai ia dewasa.
Anda sebagai orangtua sebaiknya juga tidak terlalu memanjakan anak dengan selalu menuruti semua keinginannya. Didik anak untuk mandiri dan tidak terlalu sering merajuk. Boleh-boleh saja sesekali menuruti permintaannya, namun jangan terlalu mudah terbujuk rengekan atau tangisannya ketika meminta sebuah barang.
“Ajarkan ia untuk bersabar ketika meminta sesuatu, atau minta saja dia menabung uang jajannya sendiri untuk membeli mainan tersebut. Beri pengertian kepadanya bahwa untuk mendapatkan mainan butuh uang dan harus ditabung terlebih dulu. Karena menurut penelitian, anak yang mampu meredam keinginannya dan bersabar ternyata lebih pintar dari anak yang tidak biasa bersabar,” pungkas Tika.

Mengajarkan anak untuk bersabar sekaligus akan melatih kemandirian dan tanggung jawabnya untuk mampu mengendalikan diri serta emosionalnya.

sumber : Anak Berjiwa Entrepreneur, Didikan Sejak Kecil

Selasa, 07 Februari 2012

Onani / Masturbasi Mempunyai Efek Berbahaya

Onani / Masturbasi, sebagian besar orang yang telah dewasa pernah melakukan aktivitas ini. Aktivitas onani / masturbasi seolah tidak akan pernah dapat dilepaskan dari bagian hidup seseorang yang sudah terlanjur mengenalnya. Benar sekali, bagai candu yang tidak dapat dilepaskan begitu saja. Tapi awas, onani / mastubasi memiliki efek samping yang sangat berbahaya jika dilakukan dengan tidak hati – hati.

Berikut hal terburuk yang pernah terjadi saat seseorang melakukan onani / masturbasi:

onani
1. Kehilangan Ingatan
Seorang wanita paruh baya yang tinggal di Washington menderita Transient Global Amnesia (TGA). Setelah melakukan adegan onani / masturbasi berat dengan penuh nafsu tiba – tiba wanita yang berumur sekitar 59 tahun ini terhenti dari aktivitasnya, wanita tersebut merasa bingung karena tidak tahu apa yang sedang terjadi dan tidak dapat mengingat apa-apa lagi. Transient Global Amnesia (TGA) merupakan jenis penyakit langka yang dapat membuat seseorang amnesia secara tiba – tiba. Faktor pemicu lain penyakit ini adalah terjadi guncangan pada kepala, bekerja terlalu berat, mandi dengan air terlalu panas atau terlalu dingin dan olahraga yang terlalu berlebihan.
2. Menelan Kondom
Seorang wanita asal India mengaku menderita penyakit yang misterius, dia merasakan demam tinggi dan batuk selama berbulan – bulan. Berbagai obat medis telah dicobanya, namun tak kunjung membuahkan hasil yang baik. Setelah sekian lama, akhirnya ditemukan penyebabnya, sebuah kondom bekas bersarang di kerongkongan wanita tersebut selama 6 bulan lebih. Diperkirakan, kondom tersebut tertelan secara tidak sengaja saat dia melakukan oral seks dengan pasangan prianya.
3. Lumpuh Pada Lengan
Seorang wanita di New Zealand mengalami lumpuh pada lengannya setelah melakukan masturbasi dengan terlalu bersemangat. Dokter menginformasikan bahwa hal itu terjadi karena dia menderita stroke ringan. Aktivitas onani tersebut terpaksa membuatnya menjadi wanita yang lumpuh separoh.
4. Tuli ( Pecah Gendang Telinga )
Seorang wanita China dilarikan ke RS karena menderita pecah gendang telinga. Tidak jelas bagaimana aktivitas onani / masturbasi ini dapat membuat pecah gendang telinga kiri wanita tersebut. Diduga pergerakan nafas yang tidak teratur saat bermasturbasi membuat tekanan udara yang kuat melalui saluran eustachius dan akhirnya mendorong gendang telinga hingga pecah.

Onani / masturbasi seolah tidak akan pernah dapat dilepaskan dari bagian hidup seseorang yang sudah terlanjur mengenalnya

sumber: bahaya onani / masturbasi

Tengkorak yang di duga milik alien

Alien !! Inikah Wujud Tengkoraknya …? Sebuah tengkorak ditemukan di Andahuaylillas, selatan Provinsi Quispicanchi, Peru. Tengkorak itu begitu aneh, berukuran hampir 50 cm, sehingga beberapa kalangan bertanya-tanya, inikah tengkorak alien?

tengkorak ditemukan di Andahuaylillas, selatan Provinsi Quispicanchi, Peru. Tengkorak itu begitu aneh, berukuran hampir 50 cm, sehingga beberapa kalangan bertanya-tanya, inikah tengkorak alien?


Renato Davila Riquelme yang bekerja di Museum Privado Ritos Andinos, penemu tengkorak itu, mengatakan bahwa meski mirip manusia, lubang mata tengkorak jauh lebih besar dari tengkorak manusia mana pun.
Keanehan lain, ada bagian lunak di tengkorak, disebut fontanelle, yang biasa dijumpai pada bayi. Meski demikian, tengkorak memiliki dua gigi geraham besar yang hanya didapati pada manusia dewasa.
Riquelme mengatakan bahwa tiga antropolog dari Rusia dan Spanyol telah datang ke museumnya. Mereka sepakat bahwa tengkorak itu bukan milik manusia. Mungkinkah milik alien ?
http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/21/0909577620X310.jpg
“Meski evaluasi masih dangkal, bisa dipastikan bahwa fitur-fiturnya tidak merujuk pada etnis apa pun di dunia,” kata Riquelme seperti dikutip Daily Mail.
Analisis lebih lanjut akan dilakukan. Adanya sisa bola mata pada bagian kanan lubang matanya  memungkinkan ilmuwan melakukan analisis DNA untuk memastikan apakah fosil itu benar-benar milik alien.

Selain tengkorak ini, ditemukan pula fosil lain yang sudah terkesan tak berwajah. Fosil itu dibungkus oleh sebuah lapisan sebagaimana layaknya plasenta.

Meski beberapa kalangan menduga bahwa tengkorak ini milik alien, sebenarnya ada penjelasan lain. Di masa lalu, ada praktik memanjangkan kepala untuk tujuan status sosial.
Pembentukan biasanya dilakukan dengan membungkus kepala menggunakan kain secara ketat. Sementara itu, praktik membuat kepala lebih datar dilakukan dengan kayu.
Biasanya, pembentukan dilakukan pada saat bayi karena kepala masih lunak. Pembentukan bisa dimulai satu bulan setelah bayi lahir dan berjalan hingga 6 bulan sesudahnya.

percaya atau tidak alian itu ada ?

Menurut teori2 para ufologist, para makhluk extra-terrestial ada yang sudah maju peradabannya, ada yg masih primitif. Nah yang sudah maju peradabannya mungkin tidak memiliki keyakinan/kepercayaan seperti agama, malah justru mereka lah yang menciptakan agama di bumi ini. Kemungkinan para tokoh agama2 besar dunia mrpk para utusan alien utk memajukan peradaban manusia (atau malah memperbudak manusia dg doktrin agama yg membabi buta)
sumber : tengkorak alien

Rabu, 28 Desember 2011

Anak Berjiwa Entrepreneur, Didikan Sejak Kecil


Anak yang Memiliki jiwa entrepreneur akan  tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, mampu berpikir kreatif dan inovatif, serta lebih menghargai uang dan barang.

Tak mudah untuk memiliki mental seorang entrepreneur. Memiliki jiwa entrepreneur berarti mendorong adanya mental yang mandiri, kreatif, inovatif, bertanggung jawab, dan tak mudah menyerah seperti layaknya seorang wirausaha ketika memulai usahanya dari bawah. Alangkah baiknya jika sifat-sifat ini telah ditanamkan pada anak sejak dini, untuk membantu mereka sukses menjalani seluruh kehidupannya.
“Bagi saya entepreneur itu bukan sekadar seseorang yang berwirausaha, tapi lebih kepada sifat dan mental seseorang yang kreatif dan mandiri,” ungkap psikolog Tika Bisono kepada Kompas Female, saat acara SWOMA (Sekar Womenpreneur Award) di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Orang dewasa saja belum tentu memiliki sifat entrepreneur karena berbagai alasan. Maka tak ada salahnya mendidik anak-anak sejak kecil untuk menerapkan sifat-sifat tersebut dalam hidup sehari-hari. “Sebaiknya dilatih sejak anak usia TK, karena dalam tahap ini otak mereka lebih cepat menyerap informasi dan meniru semua perbuatan orangtuanya karena rasa ingin tahunya yang besar,” tukasnya.
Memiliki jiwa entrepreneur akan membuat anak tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, mampu berpikir kreatif dan inovatif, serta lebih menghargai uang dan barang. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mendidik anak agar punya jiwa entrepreneur ini, salah satunya adalah mengenalkan uang pada anak sejak dini.
“Salah jika ada yang berpikiran untuk menunggu sampai anak besar baru dikenalkan pada uang. Justru kenalkan anak nilai dan nominal uang sejak kecil, agar mereka bisa tahu bahwa untuk mendapatkan uang butuh perjuangan. Namun yang harus diperhatikan adalah cara yang digunakan haruslah sesuai dengan usia si anak,” beber Tika lagi.
Orangtua bisa memberi contoh kepada anak untuk menabung, atau mengajak anak berbelanja dan mengenalkannya dengan harga-harga. Menurut Tika ketika anak-anak sudah kenal uang dan perjuangan untuk mencari uang, mereka akan lebih berhati-hati ketika meminta sesuatu pada orangtuanya.
Selain itu, biasakan juga untuk mengajarkan anak menabung uang sakunya sendiri. Hal ini bertujuan untuk membiasakan anak hidup hemat. Sifat hidup hemat yang ditanamkan sejak kecil akan berdampak baik sampai ia dewasa.
Anda sebagai orangtua sebaiknya juga tidak terlalu memanjakan anak dengan selalu menuruti semua keinginannya. Didik anak untuk mandiri dan tidak terlalu sering merajuk. Boleh-boleh saja sesekali menuruti permintaannya, namun jangan terlalu mudah terbujuk rengekan atau tangisannya ketika meminta sebuah barang.
“Ajarkan ia untuk bersabar ketika meminta sesuatu, atau minta saja dia menabung uang jajannya sendiri untuk membeli mainan tersebut. Beri pengertian kepadanya bahwa untuk mendapatkan mainan butuh uang dan harus ditabung terlebih dulu. Karena menurut penelitian, anak yang mampu meredam keinginannya dan bersabar ternyata lebih pintar dari anak yang tidak biasa bersabar,” pungkas Tika.

Mengajarkan anak untuk bersabar sekaligus akan melatih kemandirian dan tanggung jawabnya untuk mampu mengendalikan diri serta emosionalnya.

sumber : Anak Berjiwa Entrepreneur, Didikan Sejak Kecil